Rabu, 3 Juni 2026

Tamu Tempat Hiburan di Kediri Keracunan

Korban Dugaan Keracunan Miras di Kediri, Dikenal Baik dan Peduli

Korban meninggal dunia akibat dugaan keracunan minuman keras di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, G dikenal sebagai sosok baik

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Luthfi Husnika
ZIARAH MAKAM - Rekan korban saat ziarah ke makam G, Senin (4/8/2025). Korban G diduga mengalami keracunan minuman keras saat karaoke di AR KTV & Cafe dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Korban meninggal dunia akibat dugaan keracunan minuman keras di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, G dikenal sebagai sosok baik dan ramah.

G dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (3/8/2025) malam setelah sempat dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Ahmad Dahlan, Kota Kediri.

Jenazah G langsung dimakamkan pada Senin dini hari (4/8/2025) di pemakaman umum Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Proses pemakaman dilakukan secara sederhana dan dihadiri keluarga serta kerabat dekat.

Di lingkungan tempat tinggalnya, sosoknya maupun keluarganya dikenal sangat baik dan ramah.

 Suwarni, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa orang tua korban adalah pribadi yang rendah hati dan supel.

"Ibunya itu orangnya baik, sering menyapa tetangga. Anaknya yang meninggal ini juga baik, tapi saya tidak terlalu kenal. Saya sempat bertemu saat acara karnaval," kata Suwarni saat ditemui di kompleks perumahan korban, Senin (4/8/2025).

Baca juga: Jenazah Marsda TNI Anumerta Fajar Adriyanto Akan Dimakamkan di Probolinggo

Suwarni juga menjelaskan bahwa almarhumah tinggal bersama orang tuanya dan memiliki dua orang anak.

"Dia tinggal sama orang tuanya, anaknya dua," tambahnya.

Kesedihan mendalam juga dirasakan oleh Fadil, teman dekat korban yang mengenal G sejak empat tahun terakhir. 

Menurutnya, G adalah pribadi yang sangat peduli dan sering memberi nasehat kepada teman-temannya untuk menjauhi hal-hal negatif.

"Dia itu kayak kakak sendiri. Baik banget, nggak pelit sama teman. Malah sering ngingetin kami untuk jangan ngelakuin yang jelek-jelek," kata Fadil ditemui usai nyekar ke makam korban.

Fadil menceritakan awal perkenalan mereka terjadi di sebuah warung kopi kawasan SLG.

"Waktu itu dia pinjam charger, terus ngobrol, lama-lama jadi akrab. Saya terakhir ketemu dua minggu lalu," kenangnya.

Ia mengaku terkejut saat mendapat kabar meninggalnya G.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved