Musim Giling 2026
Tanda Siap Giling, PG Meritjan Gelar Slow Firing di Hari Kebangkitan Nasional 2026
Tanda Siap Giling, PG Meritjan Gelar Slow Firing di Hari Kebangkitan Nasional 2026
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi momentum bagi Pabrik Gula (PG) Meritjan untuk menegaskan kesiapan menghadapi musim giling tahun ini.
Bertepatan dengan 20 Mei 2026, PG Meritjan menggelar tasyakuran slow firing atau yang dikenal masyarakat sebagai cethik geni di stasiun ketel pabrik. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, serta jajaran manajemen perusahaan.
Tradisi cethik geni menjadi salah satu tahapan penting sebelum dimulainya musim giling tebu. Prosesi ini menandai dimulainya pemanasan boiler atau ketel uap secara bertahap agar suhu meningkat merata sebelum digunakan untuk operasional penuh saat musim giling berlangsung.
General Manager PG Meritjan, Tites Agung Priyono mengatakan, slow firing bukan sekadar proses teknis, tetapi juga simbol kesiapan pabrik dalam menyongsong musim produksi gula tahun 2026. Menurutnya, seluruh persiapan operasional telah dilakukan agar proses giling berjalan lancar.
Baca juga: Hewan Ternak Asal Tulungagung Jadi Primadona, Diburu Pembeli Luar Kota Karena Jaminan Vaksinasi PMK
"Dengan dilaksanakannya slow firing atau pembakaran lambat pada boiler ini, menandakan PG Meritjan siap menyambut musim giling 2026," jelas Tites, Rabu (20/5/2026).
Momentum Harkitnas juga dimaknai PG Meritjan sebagai semangat untuk bangkit dan meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya sektor gula. Manajemen PG Meritjan menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Menurut Tites, semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui peningkatan produktivitas dan sinergi antara pabrik gula dengan petani tebu rakyat. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan target produksi gula pada musim giling tahun ini dapat tercapai secara optimal.
Selain tasyakuran slow firing, PG Meritjan juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa resepsi tebu manten yang akan digelar pada 30 Mei 2026 mendatang. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian selamatan buka giling sekaligus tradisi tahunan yang masih terus dilestarikan.
"Kami mohon doa restu kepada masyarakat dan seluruh stakeholder semoga giling 2026 PG Meritjan diberi kelancaran dan sukses," terang Tites.
Baca juga: Pemkab Kediri Dukung Perlindungan Anak di Ruang Digital, Akses Medsos Anak Dibatasi
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), H. Mahmud Pujianto, menyatakan kesiapan petani untuk mendukung kebutuhan bahan baku tebu selama musim giling berlangsung. Dukungan tersebut diwujudkan dengan menjaga kualitas hasil panen yang dikirim ke pabrik.
"Bentuk komitmen kami tentu dengan mengirim bahan baku tebu ke PG Meritjan dengan kualitas tebu yang Manis, Bersih, dan Segar atau MBS," ungkap Mahmud.
Dengan dimulainya tahapan slow firing ini, PG Meritjan optimistis musim giling 2026 dapat berjalan lebih baik. Sinergi antara manajemen pabrik, petani tebu, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi gula sekaligus memperkuat sektor agroindustri di Kediri.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
| Andalan MKSO Kebun Dhoho di Musim Giling 2026, Grab Loader Bisa Angkut Tebu 1.900 Ton Per Hari |
|
|---|
| Doa dan Selamatan Warnai Persiapan Musim Giling 2026 di PG Meritjan Kediri |
|
|---|
| Polres Kediri Kota Siap Kawal Musim Giling 2026, Distribusi Tebu Diprediksi Padat |
|
|---|
| APTRI Tulungagung Kawal Usulan HPP Gula Menjadi Rp 16.875 Per Kilogram |
|
|---|
| Target Produksi Gula PT SGN Capai 1,1 Juta Ton, Fokus Bongkar Ratoon dan Perluasan Lahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/PG-Meritjan-menggelar-tasyakuran-slow-firing-Rabu-2052026.jpg)