Selasa, 5 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Mas Dhito Pacu Passing Grade Siswa SMA Dharma Wanita Boarding School Pare

Bupati Kediri mendorong peningkatan passing grade siswa kelas XII SMA Dharma Wanita Boarding School Pare jelang kelulusan perdana

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
TARGET - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat acara penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Jumat (19/12/2025) sore. 

Meski SMA merupakan kewenangan pemerintah provinsi, Mas Dhito merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Kabupaten Kediri.

"Saya tahu betul anak-anak ini berasal dari keluarga desil 1 sampai desil 4. Setelah lulus dari sini, harapannya kalian bisa mengangkat derajat keluarga masing-masing," ungkapnya.

Mas Dhito juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri setiap tahun mengalokasikan anggaran beasiswa sekitar Rp 30 miliar.

Meski nilainya besar, ia menilai investasi pendidikan tetap menjadi prioritas utama dibanding pembangunan fisik.

Mas Dhito menyoroti persoalan moral generasi muda yang menurutnya jauh lebih sulit diperbaiki dibanding membangun gedung atau infrastruktur.

Oleh karena itu, pendidikan karakter di sekolah menjadi sangat penting.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pihak yang telah menyalurkan CSR, di antaranya PT Bank Jatim, Sekar Pamenang dan Irfai Group.

Ia menilai kontribusi dunia usaha sangat membantu keberlangsungan pendidikan siswa boarding school.

"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan CSR. Bantuan ini bukan hanya laptop, tapi juga kepedulian untuk masa depan anak-anak Kediri," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita Boarding School Pare Ahmad Riziq Mubarok menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan sejumlah try out untuk mengukur passing grade siswa sesuai jurusan yang dituju.

Passing grade 32 persen tersebut merupakan siswa yang menargetkan perguruan tinggi negeri.

"Kalau secara general sebenarnya semua siswa sudah terakomodasi. Yang belum masuk passing grade itu kebanyakan yang memilih sekolah kedinasan atau perguruan tinggi swasta," jelasnya.

Saat ini total siswa di SMA Dharma Wanita Boarding School mencapai 354 orang, terdiri dari kelas X, XI, dan XII.

Pemetaan jurusan dilakukan sejak kelas XI, dengan pembagian IPA kesehatan, IPA teknik, serta IPS yang difokuskan pada sosial humaniora, bisnis dan manajemen.

Riziq menambahkan, bantuan laptop sangat mendukung pembelajaran digital, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved