Selasa, 28 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Mas Dhito Pacu Passing Grade Siswa SMA Dharma Wanita Boarding School Pare

Bupati Kediri mendorong peningkatan passing grade siswa kelas XII SMA Dharma Wanita Boarding School Pare jelang kelulusan perdana

Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
TARGET - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat acara penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Jumat (19/12/2025) sore. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong peningkatan passing grade siswa kelas XII SMA Dharma Wanita Boarding School Pare menjelang kelulusan perdana angkatan pertama tahun 2023.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati saat penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 126 unit laptop untuk menunjang kesiapan siswa menuju jenjang perguruan tinggi.

Pria yang akrab di sapa Mas Dhito ini menyampaikan, awalnya dana CSR direncanakan untuk pembangunan batas halaman atau fasilitas fisik lain.

Namun rencana tersebut diubah karena dinilai kurang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda.

"Awalnya CSR ini mau kita pakai untuk batas-batas jalan. Tapi bikin gapura atau sejenisnya itu sering jadi sorotan masyarakat, apalagi dengan dana sekian hasilnya juga kurang berdampak?," kata Mas Dhito usai acara di sekolah setempat, Jumat 19 Desember 2025 sore.

Akhirnya, CSR tersebut dialihkan untuk mendukung pendidikan di SMA Dharma Wanita Boarding School Pare.

Bantuan 126 laptop berasal dari PT Bank Jatim, PT Sekar Pamenang, dan Irfai Group yang dikumpulkan untuk membantu siswa mengakses pembelajaran digital secara maksimal.

Mas Dhito menegaskan, bantuan ini sangat penting mengingat para siswa kelas XII hanya memiliki waktu sekitar empat bulan sebelum memasuki masa seleksi perguruan tinggi.

Ia menyebut sesuai informasi dari kepala sekolahan, saat ini passing grade siswa yang lolos masih mencapai 32 persen.

"Saya minta tiga bulan ke depan ini dikejar. Minimal bisa di atas 50 persen. Artinya setengah dari angkatan ini sudah bisa diterima di perguruan tinggi," tegasnya.

Baca juga: Polres Kediri Ingatkan Warga Tak Konvoi Saat Natal dan Tahun Baru

Dalam dialog dengan para siswa, Mas Dhito juga menanyakan minat mereka melanjutkan pendidikan, baik ke perguruan tinggi negeri, sekolah kedinasan, hingga akademi militer. 

Mas Dhito mendorong siswa untuk berani bermimpi besar, namun juga siap dengan proses panjang dan kemungkinan kegagalan.

Mas Dhito menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari hasil akhir, melainkan dari proses jatuh dan bangkit yang dijalani. Menurutnya, mentalitas untuk bangkit setelah gagal menjadi kunci utama bagi generasi muda.

"Misal belum diterima di Universitas impiannya harus bangkit dan bangkit kembali, kuncinya adalah bangkit setelah gagal," ucapnya.

Mas Dhito juga mengungkapkan latar belakang dihidupkannya kembali SMA Dharma Wanita menjadi boarding school.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved