Selasa, 9 Juni 2026

Cuaca Ekstrem di Kediri

Cuaca Panas dan Hujan Tak Menentu, Dinkes Kediri Siaga Antisipasi Penyakit Berikut

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
Suasana di kawasan Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri saat terik matahari. Dinkes meminta masyarakat mewaspadai sejumlah penyakit akibat cuaca panas dan hujan tak menentu 

"ISPA menjadi penyakit yang paling sering muncul di masa transisi cuaca seperti ini. Karena itu, kami minta masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan dan memakai masker bila udara terasa kering atau berdebu," jelasnya.

Untuk memperkuat langkah antisipasi, Dinkes Kediri juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pemantauan kualitas udara dan faktor lingkungan lain yang bisa mempengaruhi kesehatan.

Pemantauan ini dilakukan secara rutin untuk mendeteksi dini potensi dampak cuaca ekstrem terhadap kesehatan masyarakat.

Selain pemantauan, Dinkes dan DLH juga melaksanakan kampanye edukatif bersama untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan masyarakat terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

"Cuaca saat ini memang sulit diprediksi. Bisa sangat panas di siang hari dan hujan deras sore atau malamnya. Karena itu, kewaspadaan harus datang dari semua pihak baik pemerintah, tenaga medis, maupun masyarakat," tutup dr. Ika.

 

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved