Jumat, 17 April 2026

Demo Rusuh di Kediri

Kapolda Jatim Tinjau Titik Kerusakan di Kediri Raya, Ingatkan Hal Berikut

Kapolda Jatim meninjau sejumlah titik kerusakan akibat kerusuhan di wilayah Kediri Raya, Ingatkan hal berikut

|
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
SINERGI - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto meninjau sejumlah titik kerusakan pasca kerusuhan yang melanda wilayah Kediri Raya, Sabtu (30/8/2025) lalu. Dalam kunjungannya Kapolda menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara santun, bukan dengan cara rusuh. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto meninjau sejumlah titik kerusakan akibat kerusuhan di wilayah Kediri Raya, Kamis (4/9/2025).

Dalam kunjungannya Kapolda menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara santun, bukan dengan cara rusuh.

Kapolda Jatim tiba di Mako Polres Kediri Pare pada pukul 09.20 WIB. 

Kapolda beserta jajaran disambut Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji untuk meninjau Markas Polres Kediri dan Pos Satlantas yang menjadi sasaran amuk massa. 

Sekitar 90 menit di Pare, rombongan langsung bergeser ke area Samsat Katang yang lokasinya tak jauh dari Kantor Pemkab Kediri dan DPRD.

Di titik tersebut, ia kembali disambut oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan beserta jajaran.

Keduanya bersama jajaran meninjau kondisi gedung Samsat Katang, DPRD, kantor bupati, serta sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut terdampak.

"Harusnya kalau memang mau menyampaikan aspirasi, ya dengan cara yang santun. Jangan sampai memaksakan dengan cara destruktif, karena yang rugi justru semua pihak," kata Kapolda Jatim Nanang Avianto, Kamis (4/9/2025).

Baca juga: 17 Kursi Besi di Trotoar Depan Pemkab Kediri Raib Dijarah Massa saat Kerusuhan

"Kita bisa melihat sendiri kondisi sekarang ini, seharusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi. Aspirasi itu harusnya disampaikan dengan baik, tidak dengan cara yang memaksakan apalagi sampai menimbulkan kerusakan," imbuh Kapolda Nanang.

Menurut Kapolda Jatim, kerusakan yang terjadi tidak hanya menimbulkan luka sosial, tetapi juga berdampak langsung pada anggaran daerah.

Dana pembangunan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat kini harus dialihkan guna memperbaiki fasilitas yang rusak.

"Merusak itu tidak menyelesaikan masalah," tambahnya.

Kerusuhan yang terjadi pekan lalu bahkan memicu pembakaran, perusakan, hingga penjarahan di sejumlah titik di Kediri Raya.

Dampaknya, banyak aset daerah dan fasilitas publik hancur hingga tidak bisa digunakan lagi.

Kapolda menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved