Harga Telur Anjlok
Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Berdarah-darah Agar Tetap Bertahan
Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Berdarah-darah Agar Tetap Bertahan
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
Populasi ayam milik Yoga sekitar 3.500 ekor dengan kapasitas produksi sekitar 1,5 kuintal per hari.
Ia baru tiga tahun ini berternak ayam petelur. Ia mengelola sendiri peternakan ayam petelur miliknya.
"Kebetulan, peternakan ini saya kelola sendiri, saya tidak pakai anak kandang. Kondisi seperti ini, tenaganya harus ekstra, karena juga kirim telur sendiri," ujarnya.
Selama jadi peternak, Yoga sudah pernah mengalami kondisi seperti ini. Tapi, dulu, harga jagung yang mahal.
Sekarang, harga jagung dapat ditekan dengan program jagung SPHP dari pemerintah yang harganya Rp 5.300 per kilogram.
Baca juga: Adu Banteng Pemotor di Nganjuk, Satu Orang Meninggal Dunia
Yoga mendapat jatah jagung SPHP sekitar 10 ton untuk tiga bulan dengan populasi ayam 3.500 ekor.
"Sekarang yang naik harga konsentrat. Dan harga telur juga anjlok. Kondisi seperti ini peternak tidak dapat apa-apa, malah rugi," katanya.
Yoga berharap, pemerintah menjaga harga pakan. Harga pakan naik tidak apa-apa, tapi harga telur juga naik.
"Kebijakan impor bahan baku pakan satu pintu juga jadi masalah bagi peternak kecil. Semua bahan baku pakan impor harganya yang mengatur pemerintah. Harganya jadi mahal," katanya.
Ia juga berharap, serapan telur dari peternak rakyat untuk program makan bergizi gratis (MBG) dioptimalkan.
"Sekarang dapur SPPG di mana-mana, tapi tidak ada yang mengambil telur dari peternak rakyat," pungkasnya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)
| Protes Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Raya Bagikan 1 Juta Butir Telur Gratis ke Masyarakat |
|
|---|
| Realisasi Subsidi Jagung Sudah 65 Ton Tahap Pertama untuk Peternak Trenggalek |
|
|---|
| Peternak Kediri Keluhkan Penjualan Lesu, Harga Telur di Kediri Mulai Naik Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Harga Telur Anjlok, Peternak di Kabupaten Blitar Merugi Rp 800 Ribu/Hari |
|
|---|
| Peternak Ayam Petelur di Trenggalek Mengeluh, Harga Anjlok Ditambah Pakan Naik Rp 23 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Yoga-peternak-ayam-petelur-sedang-memanen-telur-di-Blitar-Rabu-362026.jpg)