Rabu, 8 April 2026

Gempa Bumi Pacitan

Update Gempa Pacitan, Kafe di Jl Mastrip Kota Blitar Ikut Tertimpa Material Rumah Roboh

Gempa bumi Pacitan juga berdampak pada sebuah kafe di Jl Mastrip Kota Blitar, karena tertimpa material rumah roboh

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
TERTIMPA MATERIAL: Petugas BPBD Kota Blitar melakukan pembersihan material rumah roboh dampak gempa Pacitan yang menimpa bangunan kafe di Jl Mastrip, Kota Blitar, Jumat (6/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Cornelius Marcelino Wijaya baru saja menutup kafe miliknya di Jl Mastrip, Kota Blitar, saat terjadi guncangan gempa bumi magnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB. 
  • Sejumlah pegawai kafe masih bersih-bersih di ruang belakang.  
  • Tak lama kemudian, atap bangunan tua di samping kafe milik Cornelius roboh. Material bangunan rumah menimpa kanopi dan lampu di kafe milik Cornelius

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Cornelius Marcelino Wijaya (26), baru saja menutup kafe miliknya di Jl Mastrip, Kota Blitar, saat terjadi guncangan gempa bumi magnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB. 

Sejumlah pegawai kafe masih bersih-bersih di ruang belakang.

Cornelius kemudian menyuruh para pegawainya pulang setelah terjadi gempa. 

Tak lama kemudian, atap bangunan tua di samping kafe milik Cornelius roboh.

Material bangunan rumah menimpa kanopi dan lampu di kafe milik Cornelius. 

"Kafe tutup jam 01.00 WIB. Setelah itu terasa ada gempa. Waktu itu, pegawai masih bersih-bersih. Setelah terjadi gempa, pegawai saya suruh pulang," kata Cornelius. 

Setelah pegawai pulang, Cornelius masih berada di luar rumah. Ia berdiri di pinggir jalan depan kafenya. 

Mobil miliknya yang biasanya dimasukkan ke halaman setelah kafe tutup, saat itu masih parkir di pinggir jalan. 

"Sekitar 30 menit setelah terjadi gempa, bangunan di samping kafe roboh menimpa kanopi kafe. Beruntung, mobil belum saya parkir di halaman kafe," ujarnya. 

Cornelius mengatakan, guncangan gempa Pacitan terasa sangat keras di Kota Blitar. 

Saat terjadi gempa, bangunan tua di samping kafenya masih tetap berdiri, tidak ada tanda-tanda roboh. 

Beberapa saat setelah gempa, ia baru mendengar suara seperti benda retak dari bangunan di samping kafe. 

"Terdengar suara 'krek, krek, krek'. Saya kira temboknya retak. Ternyata bangunan atapnya roboh," katanya. 

Menurutnya, bangunan di samping kafenya memang sudah tua dan kondisinya kosong. Bangunan tersebut sudah lama tidak terawat. 

"Bangunan ini sudah lama kosong. Kalau temboknya sepertinya masih kuat, karena model bangunan lama yang bata dindingnya dobel. Kayu atapnya yang sudah lapuk," ujarnya. 

Baca juga: Pembayaran Uang Pengganti Perkara Tipikor Desa Dadapan Nganjuk Lunas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved