Perang Beras Oplosan di Trenggalek
Tips Terhindar dari Beras Oplosan ala Kepala Dinas Pertanian Trenggalek
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi memberikan tips agar terhindar dari beras oplosan
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Maraknya isu beras oplosan di pasaran membuat masyarakat semakin hati-hati dalam membeli beras.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi memberikan sejumlah tips agar masyarakat terhindar dari beras oplosan.
Menurut Imam, beras oplosan sebenarnya tidak berbahaya dikonsumsi karena definisi beras oplosan adalah beras yang dicampur dengan beras lain dengan kualitas atau mutu di bawahnya.
Pada kemasan beras premium, bisa dikatakan beras oplosan, jika bulir beras yang pecah dalam kemasan lebih dari 15 persen.
Tips pertama adalah lebih hati-hati dalam membeli beras dan menghindari merek beras yang masuk dalam daftar merah Kementerian Pertanian.
"Pandai-pandai dalam memilih beras. Dari tampilan beras itu kan kelihatan kalau menirnya banyak tapi dikemas kemudian dijual dalam kemasan premium, harus dihindari," kata Imam, Jumat (15/8/2025).
Baca juga: Bupati Mas Dhito Kukuhkan 75 Paskibraka Kabupaten Kediri 2025
Tips kedua adalah dengan membeli ke petani terdekat. Menurut Imam, hampir semua petani menyisakan hasil panennya untuk konsumsi sendiri sedangkan yang lain di jual.
Mereka biasanya menjemurnya sendiri hingga menggilingnya menjadi beras untuk dikonsumsi pribadi. Cara ini bisa dicoba walaupun praktiknya dalam masyarakat sangat jarang dilakukan.
"Sayangnya cara ini hanya efektif dilakukan di perdesaan, kalau di kecamatan kota tentunya akan sulit menemukan tetangga yang berprofesi sebagai petani," ucapnya.
Cara lain adalah dengan membeli beras curah atau beras lokal yang sangat kecil kemungkinannya dioplos.
Beras tersebut harganya bisa lebih murah dibandingkan dengan beras premium padahal kualitasnya bisa lebih baik.
Selain itu dengan membeli beras curah, masyarakat bisa lebih mudah memeriksa kondisi beras yang akan dibeli dibandingkan dengan yang sudah di dalam kemasan.
"Beli yang curah, beli yang varietas-varietas unik, misalnya varietas-varietas lokal atau beras fortifikasi, pasti tidak dioplos," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Kepala-Diskomidag-Trenggalek-Sidak-beras.jpg)