Korupsi Kuota Haji
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, PCNU Trenggalek: Personal, Jangan Digeneralisasi
Tanggapan Ketua PCNU Kabupaten Trenggalek perihal penetapan tersangka Gus Yaqut dalam Korupsi Kuota haji
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Ketua Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek, KH Yusuful Hamdani, menilai perkara yang menyeret Gus Yaqut merupakan perkara personal, walaupun memang Gus Yaqut tumbuh dan besar di lingkungan NU
Demikian tanggapan pihak PCNU Trenggalek setelah Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) ditetapkan sebagai tersangka perkara korupsi kuota haji 2024 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kalau dari sudut pandang NU, beliau kan atas nama beliau sendiri, tidak ada keterkaitan dengan NU, bahwa urusan kasusnya kita tidak paham, itu sudah berada di ranah hukum," kata pria yang akrab disapa Gus Yusuf tersebut, Jumat (9/1/2026).
Terkait proses hukum yang berjalan, menurut Gus Yusuf, akan berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada keistimewaan bagi siapapun yang berhadapan dengan hukum.
"Semuanya mempunyai perlakuan yang sama di hadapan hukum, ini kasus personal, dan saya kira NU tidak memiliki sikap, karena murni personal," lanjutnya.
Pengasuh Ponpes Hidayatulloh, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek tersebut menambahkan, secara personal ia melihat Gus Yaqut merupakan sosok yang baik terlebih lagi Gus Yaqut juga mempunyai latar belakang seorang santri.
"Karena tumbuh dari pesantren, semangat nya ya memperjuangkan banyak umat, juga untuk dakwah," jelas Gus Yusuf.
Baca juga: Gus Yaqut Resmi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Ini Profil Khalid Basalamah yang Pernah Diperiksa KPK
Secara karir pun, Gus Yusuf melihat Mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut juga sosok yang matang di dunia pemerintahan.
Mulai dari anggota DPRD Rembang, Wakil Bupati Rembang, hingga akhirnya menjadi Menteri Agama.
Namun demikian, sekali lagi Gus Yusuf berharap masyarakat melihat perkara ini sebagai perkara individu seorang Yaqut Cholil Qoumas.
"Beliau ini mempunyai sebutan di masyarakat "Gus", jangan lantas kemudian ini di-generalisasi, karena ini menyangkut peristiwa personal, dan kasuistik saja," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Ketua-PCNU-Trenggalek-Gus-Yusuf.jpg)