Minggu, 10 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Dekatkan Akses Layanan Reproduksi, Pemkab Trenggalek Optimalkan Operasional Bus KB 

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengoptimalkan layanan Keluarga Berencana untuk mendekatkan akses Kesehatan reproduksi

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Chandra
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kabupaten Trenggalek, dr. Bakhtiar Arifin (berpeci) menunjukkan fasilitas di dalam Bus KB saat terparkir di Kantor Dinkes Dalduk KB Kabupaten Trenggalek, Rabu (7/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengoptimalkan layanan Keluarga Berencana (KB) dengan menghadirkan Bus KB sebagai upaya mendekatkan akses kesehatan reproduksi berkualitas kepada masyarakat.
  • Bus KB tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengoptimalkan layanan Keluarga Berencana (KB) dengan menghadirkan Bus KB sebagai upaya mendekatkan akses kesehatan reproduksi berkualitas kepada masyarakat.

Bus KB tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025.

Kehadiran armada layanan bergerak ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan terutama Puskesmas.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kabupaten Trenggalek, dr. Bakhtiar Arifin, menjelaskan bahwa Bus KB dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai untuk berbagai jenis layanan kontrasepsi.

"Bus KB ini bisa melayani KB IUD, implan, hingga pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi," kata Bakhtiar, Rabu (7/1/2026).

Saat ini, operasional Bus KB masih bersifat insidental dan digunakan pada momentum atau kegiatan tertentu.

Namun, ke depan Dinkes PPKB berencana menyusun jadwal layanan rutin dengan melibatkan tenaga lapangan serta berkoordinasi dengan Puskesmas.

Dalam sekali operasional, Bus KB mampu melayani sekitar 25 hingga 30 akseptor per hari dengan beragam jenis layanan KB.

Masyarakat pun dipersilakan memilih layanan KB sesuai kebutuhan, baik melalui fasilitas kesehatan seperti Puskesmas maupun memanfaatkan layanan Bus KB.

"Kalau Bus KB, operasionalnya memang menunggu momen tertentu, tetapi keunggulannya aksesnya bisa lebih dekat ke masyarakat. Sementara Puskesmas bisa setiap waktu, namun untuk daerah tertentu aksesnya mungkin agak jauh," tegasnya.

Baca juga: Kepala BKPSDM Dilantik Jadi Pj Sekda Tulungagung, Menjabat Tiga Bulan

Lebih lanjut, Bakhtiar memastikan bahwa laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Trenggalek tergolong sangat terkendali.

Hal ini tercermin dari angka total fertility rate (TFR) atau angka kesuburan total yang berada di angka 1,86 anak per perempuan di Trenggalek dari target TFR nasional adalah 2,1 anak per perempuan.

Selain mendorong penggunaan alat kontrasepsi, Dinkes juga secara konsisten melakukan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, mulai dari calon pengantin hingga keluarga yang telah memiliki anak. 

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang perencanaan keluarga dan pengendalian kelahiran.

"Bahkan anak-anak sekolah usia SMA sudah mulai mendapatkan KIE atau Komunikasi, Informasi, dan Edukasi terkait kesehatan reproduksi, kesiapan menghadapi kehamilan, pengaturan jarak kehamilan, hingga perawatan bayi," ungkap Bakhtiar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved