Senin, 25 Mei 2026

Ramadan 2025

Puasa Ramadhan di Indonesia, Indah dan Nikmat!

Sebagian daerah bahkan mengadakan tradisi sahur on the road, yaitu kelompok orang yang keliling kampung sambil membangunkan warga untuk sahur.

Tayang:
Editor: Rendy Nicko
Dok Pribadi
Dr Holis SHI MHI (Nur Kholis Majid), Sekretaris Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Ulama MUI Jawa Timur 

Ini menunjukkan bahwa di Indonesia, bulan Ramadhan bukan hanya waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi ajang untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa.

Selain itu, tradisi malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri juga memberikan kesan yang mendalam bagi siapa saja yang merasakannya. Suasana kota yang meriah dengan takbir yang dikumandangkan di masjid-masjid, serta suara petasan yang terdengar di beberapa sudut, menambah semarak suasana menyambut kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Tak hanya itu, tradisi mudik atau pulang kampung juga menjadi salah satu fenomena menarik yang tak terpisahkan dari Ramadhan di Indonesia. Banyak orang yang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga besar, memberikan nuansa kebersamaan yang sangat terasa.

Berpuasa Ramadhan di Indonesia memang memiliki keindahan tersendiri. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan, bulan Ramadhan memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak, introspeksi diri, dan memperbanyak amal kebaikan.

Dari kebersamaan saat berbuka puasa hingga malam-malam penuh ibadah, setiap momen selama Ramadhan selalu memberikan kesan yang mendalam. Inilah yang membuat Ramadhan di Indonesia selalu dirindukan dan dihormati oleh umat Islam di seluruh tanah air.Top of Form

Bottom of Form

Lebih dari sekedar keindahan. Puasa Ramadhan di Indonesia terasa lebih nikmat dan indah karena cuaca yang bersahabat dan durasi waktu yang normal. Cuaca di Indonesia terasa lebih nikmat karena tidak mengalami cuaca ekstrim seperti negara negara di benua biru, cuaca ekstrimnya hingga mencapai minus, atau panasnya diatas rata rata (kisaran 47-50 ).

Dari aspek waktu, juga tersa lebih nikmat karena lebih singkat dan hampir sama antara siang dan malam yaitu di kisaran 13 hingga 14 jam. Hal ini dikarenakan bentangan garus khatulistiwa atau equator yang melewati cakrawala bumi Indonesia.

Bandingkan dengan negara negara ekstrim seperti Melbourne - Australia, siang di musin panas hingga mencapai 17-18 jam. Tentu, durasi waktu yang lebih lama dari rata rata waktu siang di Indonesia terasa sangat memberatkan jika bertepatan dengan bulan Ramadhan. 

Akhir kata, Indonesia adalah negara yang sangat indah dan nikmat untuk dijadikan sebagai tempat beribadah, tak terkecuali ibadah puasa Ramadhan. Bersyukur dan berbanggalah menjadi bagian dari Indonesia, dan jangan engkau dustakan nikmat nya hidup di Indonesia. (*)

Dr Holis SHI MHI (Nur Kholis Majid) 

Sekretaris Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Ulama MUI Jawa Timur 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved