Senin, 8 Juni 2026

Ramadan 2025

Selama Ramadan, Si Kembar Ria dan Rita Dari Blitar Bisa Omzet Rp 500 Juta Dari Bisnis Kue Kering

Dari bisnis kue kering, pasangan saudari kembar di Kabupaten Blitar, bisa meraup omzet Rp 500 juta selama bulan Ramadan

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
BANJIR PESANANAN - Dua saudara kembar, Wahyu Ria Notiansari (30) dan Wahyu Rita Notiansari (30), menunjukkan produksi kue kering di rumahnya Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Senin (3/3/2025). Omzet penjualan kue kering milik Ria dan Rita di momen Ramadan hingga Lebaran bisa capai Rp 500 juta. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Bisnis kue kering milik dua saudara kembar, Wahyu Ria Notiansari (30) dan Wahyu Rita Notiansari (30), warga Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, kebanjiran pesanan di momen Ramadan 2025.

Minggu pertama Ramadan ini, Ria dan Rita, panggilan akrab Wahyu Ria Notiansari dan Wahyu Rita Notiansari sudah mengirim sekitar 1.200 toples kue kering ke pelanggan. Tiap toples kue kering beratnya antara 500 gram sampai 650 gram.

"Tiap hari ada pengiriman ke pelanggan. Ramadan tahun ini dengan tahun lalu agak berbeda. Tahun ini banyak yang pesan dan minta dikirim pas awal Ramadan. Kalau tahun lalu, orang pesan memang untuk Lebaran," kata Ria, ditemui di rumahnya, Senin (3/3/2025) awal pekan ini.

Ria dan Rita tampak sedang menata toples berisi kue kering di ruang tamu rumahnya. Hampir separuh ruangan di ruang tamu rumahnya berisi tumpukan kue kering yang sudah dikemas dalam toples.

Sedang di samping rumah bagian belakang tampak sejumlah pekerja mayoritas perempuan  memproduksi kue kering.

Sambil duduk berhadap-hadapan, tangan para pekerja tidak berhenti mencetak adonan kue kering. Ada sekitar 20 pekerja yang memproduksi kue kering di rumah Ria dan Rita.

Ria mengatakan mulai menekuni usaha produksi kue kering sejak 2018. Ia membuka usaha produksi kering bersama saudara kembarnya, Rita.

"Kami melayani pesanan kue kering tidak hanya pas momen Lebaran saja, tapi setiap hari. Cuma kalau pas momen Lebaran, pesanannya bisa naik berkali-kali lipat," ujarnya.

Sebagai gambaran, pada hari biasa, ia rata-rata hanya mendapatkan pesanan 200 toples kue kering per minggunya.

Tapi, di momen Ramadan dan Lebaran, ia bisa mendapat pesanan sekitar 5.000 toples sampai 6.000 toples per minggunya.

Kue yang mereka produksi antara lain, nastar, bola salju, roti kacang, dan kastengel. Kue kering yang paling banyak permintaan, yaitu, nastar.

"Untuk harga, mulai Rp 85.000 sampai Rp 155.000 per toples. Tiap toples beratnya 500 gram sampai 650 gram," ujarnya.

Rita menambahkan, pemasaran kue kering mulai dalam negeri hingga luar negeri. Di dalam negeri, mereka sudah pernah mengirim pesanan kue kering hampir ke semua wilayah di Indonesia.

Kalau ke luar negeri, mereka pernah mengirim pesanan mulai ke Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea, Singapura, dan Malaysia.

"Untuk pesanan luar negeri, paling banyak dari Hong Kong dan Taiwan," kata Rita yang memang lebih fokus ke pemasaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved