Selasa, 12 Mei 2026

100 Hari Kerja Kepala Daerah

Program 100 Hari Kerja Wali Kota Mojokerto Akan Disinkronkan Dengan Program Pemerintah Pusat

Wali kota Mojokerto akan mensinkronkan program 100 hari kerjanya dengan pemerintahan pusat. Berikut detailnya.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: eben haezer
dok.pemkot mojokerto
100 HARI KERJA - Pasangan wali kota dan wakil wali kota Mojokerto, Ning Ita- Cak Sandi mengawali pemerintah jilid II, dalam apel perdana yang diikuti seluruh OPD di GOR Seni Mojopahit, Kota Mojokerto, pada Senin (3/3/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, mengawali pemerintahan jilid II dengan memimpin apel perdana yang diikuti seluruh OPD di
GOR Seni Mojopahit, Kota Mojokerto,  Senin (3/3/2025).

Dalam kesempatan itu, Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto, menyampaikan program 100 hari kerja untuk kemajuan Kota Mojokerto.

Dia menyebut program 100 hari kerja itu selaras dengan program pemerintah pusat yaitu, UMKM, MBG, pengentasan kemiskinan dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Baca juga: Kerja Hari Pertama, Mas Rusdi Bupati Pasuruan Langsung Pimpin Perbaikan Ruas Jalan Rusak

Ia mengatakan, dari delapan asta cita Quick Win Presiden Prabowo Subianto, ada empat hal yang linier dengan kondisi yang ada di Kota Mojokerto dan Panca Bhakti Ning Ita-Cak Sandi 2025-2030. 

Yang pertama adalah peningkatan ekonomi berbasis kewirausahaan dan penguatan UMKM. 

"Kita kan sudah punya puluhan ribu UMKM, berbasis data riil yang memiliki NIB. Sehingga, klasterisasi UMKM yang sudah ada di Kota Mojokerto akan kita intervensi secara masif, tentu dampaknya nanti adalah pertumbuhan ekonomi," kata Ning Ita, Senin.

Ning Ita-Cak Sandi, dalam pemerintahan lima tahun kedepan juga fokus terhadap penurunan kemiskinan, yang menjadi salah satu dari tujuan pembangunan nasional. 

Percepatan pembangunan infrastruktur akan dikebut secara merata di Kota Mojokerto.

"Kita punya proyek strategis nasional yaitu TBM, ini adalah tanggung jawab untuk bisa dituntaskan pembangunannya dan bisa segera berfungsi," ucap Ning Ita.

Terkait wisata, dia menyebut bahwa kepemimpinannya akan menciptakan event-event pariwisata yang berdampak pada semua sektor. 

Setidaknya, bakal ada 8 event Mojo yang terus dikuatkan yang dampaknya mendorong ekonomi masyarakat.

"Dalam waktu dekat, Maret ini adalah Mojotirto Festival yang tahun kemarin sempat ditiadakan. Padahal ini sudah menjadi agenda event tahunan Pemerintah Kota Mojokerto," cetusnya.

Makan Bergizi Gratis

Terkait program makan Bergizi gratis, dikatakan Walikota Mojokerto, program tersebut sudah berjalan di sejumlah satuan pendidikan Kota Mojokerto. 

Pemkot mendukung penuh pelaksanaan program MBG termasuk, menggerakkan UMKM khususnya di bidang kuliner dan memberikan kesempatan lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitar melalui dapur umum.

"Skemanya kemarin sudah disampaikan pada salah satu sesi narasumber dari kepala BGN sekaligus Pak Mendagri, untuk program MBG yang bisa kita jadikan quick win di Kota Mojokerto. Segera akan kami rumuskan dengan OPD-OPD terkait hari ini," bebernya.

Dirinya menyebut, yang keempat adalah tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. 

"Itu juga menjadi salah satu dari asta cita. Sehingga nanti akan kami lihat kembali berapa indeks SPBE, kemudian MCP KPK, Sakip RB," pungkasnya. (don).

(moh.romadoni/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved