Kamis, 9 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Sosok Bripka Suwanto Kolektor Barang Antik di Tulungagung

Bripka Suwanto, polisi di Tulungagung terkenal sebagai kolektor barang antik. Inilah sosoknya

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
KOLEKTOR BARANG ANTIK - Suwanto memeriksa salah satu koleksi kandang kebo (kerbau) miliknya yang ada di Desa Tawing, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (3/2/2025). Polisi berpangkat Brigadir Kepala ini menjual kandang kebo kuno ini hingga ke Amerika Serikat, Singapura, Timur Tengah dan berbagai wilayah di Indonesia.Suwanto memeriksa salah satu koleksi kandang kebo (kerbau) miliknya yang ada di Desa Tawing, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (3/2/2025). Polisi berpangkat Brigadir Kepala ini menjual kandang kebo kuno ini hingga ke Amerika Serikat, Singapura, Timur Tengah dan berbagai wilayah di Indonesia. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Halaman rumah Suwanto di Desa Tawing, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung berdiri banyak gazebo.

Bukan gazebo biasa. Bangunannya terbuat dari kayu-kayu tua bekas kandang kerbau.

Selain ada sejumlah bangunan lumbung kayu, tempat penyimpanan padi di era Jawa kuno yang masih berdiri.

Sementara di bagian dalam rumah penuh dengan aneka mebel dan aksesori kuno sejak era kolonial Belanda.

Bermula dari hobi mengumpulkan barang-barang kuno, polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) ini berubah jadi penjual barang kuno yang punya nama.

Pelanggannya sejumlah jenderal, para pengusaha, tokoh terkenal hingga artis kondang, Ahmad Dhani.

Barangnya terjual di sejumlah kota besar di Indonesia hingga Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat.

“Ini meja dari zaman Belanda sudah dibeli sama Mas Dhani. Kebanyakan yang dibeli aksesori,” ucap Suwanto sambil memegang meja panjang dengan kaki dibubut.

Bhabinkamtibmas Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat ini dulunya punya usaha pedagang tembakau.

Hingga di tahun 2007, dari setiap keuntungan berdagang tembakau, Suwanto membeli benda-benda dari era Jawa kuno.

Ada gledheg (tempat penyimpanan barang), lesung, bajak, lukisan lama, cikar (gerobak sapi) hingga bekas bangunan kandang kebo (kerbau).

“Saya sebenarnya tidak tahu barang-barang itu punya nilai. Pokoknya asal beli saja, kemudian disimpan,” kenangnya.

Berselang 10 tahun kemudian, tepatnya di tahun 2017 tiba-tiba ada orang yang berminat membeli salah satu barang koleksinya.

Benda yang pertama kali dibeli orang adalah sebuah lukisan hutan jati yang di tengahnya ada aliran air.

Lukisan itu sudah sangat tua dan juga sudah sobek.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved