Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Pemkab Tulungagung Butuh Rp 16 Miliar dari Pemprov Jatim Untuk Bangun Jalan dan Jembatan yang Rusak

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebut pihaknya Butuh Rp 16 Miliar dari Pemprov Jatim Untuk Bangun Jalan dan Jembatan yang Rusak

Penulis: David Yohanes | Editor: faridmukarrom
tribunmataraman.com/david yohanes
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebut pihaknya Butuh Rp 16 Miliar dari Pemprov Jatim Untuk Bangun Jalan dan Jembatan yang Rusak. Foto Kondisi jalan yang putus karena longsor di Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung mengajukan Belanja Tak Terduga (BTT) ke Pemprov Jawa Timur sebesar Rp 16 miliar untuk penanggulangan bencana.

Dana ini akan digunakan untuk pemulihan infrastruktur yang rusak karena bencana alam, yaitu jalan Desa Gedangan Kecamatan Karangrejo yang putus, jembatan Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol, dan talut jalan di Desa Samar Kecamatan Pagerwojo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, ada sinyal positif dari Pemprov Jatim.

“Nanti kajian teknis ada tim survei dari BPBD provinsi dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur,” ujar Dwi Hari, usai menemani Kalaksa BPBD Provinsi Jatim di lokasi bencana Desa Gedangan.

Dwi Hari merinci, jalan antar Kecamatan Sendang dan Karangrejo di Desa Gedangan yang putus membutuhkan anggaran pemulihan Rp 2 miliar.

Baca juga: Gegara Terpleset Kejar Layang-layang, Bocah Kedunglurah Trenggalek Tewas Tenggelam di Sungai

Anggaran ini untuk membangun talut sepanjang 35 meter, dengan panjang 50 meter.

Untuk Jembatan Junjung yang patah membutuhkan anggaran Rp 7 miliar,  untuk membangun jembatan baru.

“Tapi informasi terbaru, akan dikasih jembatan bailey untuk sementara waktu,” sambungnya.

Sementara untuk talut  jalan antar kecamatan di Desa Samar juga dianggarkan Rp 7 miliar.

Khusus untuk Desa Samar, masih akan dikaji oleh tim ahli independen untuk merumuskan penanganannya.

Jalan alternatif menuju Kabupaten Ponorogo ini diperkirakan ada di lokasi tanah gerak.

Indikasinya, ditemukan rekahan tanah dan 6 titik mata air di bawah talut, serta diperkirakan ada aliran sungai bawah tanah.

“Perlu ada kajian khusus karena lokasinya diperkirakan tanah gerak. Tim independen ini akan merumuskan solusi penanganannya,” tegas Hari.

Lanjutnya, Dinas PUPR Tulungagung membuatkan perencanaan 3 infrastruktur yang rusak, namun belum ada DED (Detail Engineering Design).

Perencanaan ini nantinya akan dievaluasi oleh tim dari Provinsi Jawa Timur.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved