Mahasiswa ITS Viral Jualan Ayam Geprek

Mahasiswa ITS Viral Karena Tiap Hari PP Mojokerto-Surabaya Untuk Kuliah Sambil Jual Ayam Geprek

BIma Saputra, mahasiswa ITS jadi viral dan terkenal karena perjuangannya berjualan ayam geprek dari Mojokerto ke Surabaya

Editor: eben haezer
sulvi sofiana
Bima Saputra alias Bimbim, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan ayam geprek dagangannya yang ia bawa dari Mojosari, Mojokerto ke kampus ITS. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Bima Saputra, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, belakangan menjadi perhatian di media sosial karena video kesehariannya.

Hal ini lantaran ia membagikan perjalanannya ke kampus setiap hari dari rumahnya di Mojosari, Mojokerto menuju ke kampus ITS di Surabaya.

Tak hanya berangkat kuliah, pemuda yang akrab disapa Bimbim ini membagikan persiapannya membuat dagangan ayam geprek hingga menjualnya di kampus.

Dikatakannya, ia berjualan untuk membantu ekonomi keluarga.

"Selain itu, dengan berjualan ini saya juga ingin membantu teman-teman perantau untuk bisa mendapatkan makanan murah,” tuturnya.

Bagi Bimbim, keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga keberanian untuk menghadapi kesulitan hidup dengan usaha nyata. 

“Semua ini untuk keluarga dan masa depan saya,” ujar pemuda kelahiran Desember 2004 itu penuh keyakinan.

Bimbim ingin usahanya berjualan ayam geprek yang baru dijalaninya sejak berkuliah di kampus ITS ini dikenal sebagai penyedia makanan murah, praktis, dan berkualitas. 

“Untuk mencapainya, saya berencana memanfaatkan platform digital seperti media sosial untuk promosi lebih luas,” katanya. 

Dalam kesehariannya, Bimbim menghabiskan pagi harinya untuk mempersiapkan dagangan bersama sang ibu. 

Mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi ITS itu juga ikut memasak, mengemas nasi, dan memastikan semua siap dibawa ke kampus.

"Saya setiap ke kampus membawa 25 - 35 kotak nasi ayam geprek, dan menggunakan transportasi umum untuk ke kampus. Kemudian karena saya jual ke teman-teman mahasiswa, ya saya jual dengan harga terjangkau, Rp 10 ribu per kotak,"urainya.

Ketika sore menjelang, mahasiswa angkatan 2024 itu pun langsung kembali ke rumah untuk membantu ibunya dan mempersiapkan aktivitas esok hari. 

Perjalanan panjangnya dari rumah ke kampus ini tak membuatnya patah semangat, justru ia merasa bersyukur bisa berkontribusi bagi keluarga. 

Meski lelah, namun ia mengaku senang menjalani aktivitas seperti ini untuk membantu perkekonomian keluarganya. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved