Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Pemkab Kediri Percepat Perbaikan Tanggul Jebol di Peh Kulon untuk Antisipasi Banjir
Pemkab Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani jebolnya tanggul di Peh Kulon, Kecamatan Papar.
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani jebolnya tanggul di Peh Kulon, Kecamatan Papar.
Tanggul tersebut rusak akibat tersumbatnya Dam Sungai Serinjing oleh batang pohon tua berdiameter satu meter, menyusul intensitas hujan tinggi selama dua hari berturut-turut.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengungkapkan bahwa tim gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, Jasa Tirta, dan BBWS Sungai Brantas telah berada di lokasi sejak Sabtu (7/12/2024). Mereka melakukan perbaikan tanggul sekaligus mitigasi untuk mencegah dampak lebih luas.
Baca juga: Pemkab Kediri Lakukan Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir di Musim Hujan
"Saat ini kami fokus pada perbaikan darurat agar tanggul dapat kembali berfungsi, terutama untuk mengantisipasi hujan berikutnya," kata Djoko, Senin (9/12/2024).
Hujan deras selama lebih dari tiga jam pada Sabtu sore menyebabkan Sungai Serinjing meluap, menggenangi lahan sawah warga di sekitar Peh Kulon. Kerusakan pada pintu dam sepanjang 11 meter yang tersumbat memperparah situasi, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.
Djoko menegaskan penanganan cepat dilakukan untuk mengatasi penyumbatan dan memperbaiki tanggul agar risiko banjir dapat diminimalkan.
Sebelum proses penimbunan dimulai, tim membersihkan sampah yang menyumbat dam untuk memastikan kelancaran aliran air.
Material penimbunan diambil dari sedimen hasil pengerukan sungai, sementara penguatan tanggul menggunakan jumbo sandbag berisi tanah uruk.
Hingga saat ini, 21 jumbo sandbag telah dipasang dengan bantuan dua alat berat yang dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan.
"Kami bekerja sama lintas instansi untuk mempercepat penanganan kebencanaan ini. Langkah ini juga bertujuan mengantisipasi potensi banjir susulan dan mencegah bencana yang lebih besar," jelas Djoko.
Selain fokus pada Peh Kulon, BPBD Kediri juga meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan lainnya, termasuk Kecamatan Plosoklaten.
Tepatnya di Desa Sepawon, Plosoklaten, hujan deras menyebabkan aliran air meluap dari lahan tebu PTPN, merendam satu rumah dengan ketinggian sekitar 20 cm sebelum akhirnya surut.
BPBD mengidentifikasi bahwa dulunya lahan dari kebun kopi menjadi tebu telah mengurangi kemampuan lahan dalam menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko luapan ke jalan dan rumah sekitar warga.
"Kami terus memantau daerah-daerah dengan risiko tinggi seperti Peh Kulon dan Sepawon. Selain penanganan darurat, kami juga akan menyusun rencana jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur tanggul dan mitigasi banjir," jelas Djoko.
Ia menambahkan, BMKG memprediksi ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kediri masih berlangsung hingga Februari 2025.
Nasib Pilu Napi Muda di Lapas Kediri, Diduga Jadi Korban Kekerasan Sesama Tahanan |
![]() |
---|
Pemkab Kediri Kebut Perbaikan 78 Ruas Jalan, Target 89 Persen Jalan Mulus di 2025 |
![]() |
---|
BPN Kediri Tindak Lanjuti Aksi Warga Puncu, Peta Tanah Akan Dicocokkan Ulang Minggu Depan |
![]() |
---|
Ratusan Warga Puncu Geruduk Kantor BPN Kediri, Tolak Penetapan Lahan Fasos di Lahan Garapan |
![]() |
---|
MPP Kabupaten Kediri Segera Soft Launching, 20 Instansi Mulai Uji Coba Layanan Awal September |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.