Kasus Tuberkulosis di Surabaya

Gencarkan Pemeriksaan Dini, Kemenkes Dukung Percepatan Penanganan Kasus TB di Surabaya

Melalui deteksi dini, Kemenkes mendukung langkah pemerintah Surabaya untuk menangani tingginya Kasus Tuberkulosis.

|
Editor: eben haezer
Tidak ada
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono berkunjung ke Puskesmas Krembangan Selatan, Kamis (5/12/2024). 

Kementerian Kesehatan pun telah meluncurkan alat skrining tuberkulosis (TB), Portable X-Ray sejak Agustus lalu.

Portable X-Ray yang merupakan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) telah tersedia di Indonesia sebanyak 25 unit. 

Tersebar di 15 kabupaten/kota di 8 provinsi, di antaranya berada di Jawa Timur.

Saat ini, pengentasan TB juga masuk dalam 3 prioritas Kemenkes di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. "Kami lakukan secepat-cepatnya dengan strategi menyentuh langsung ke masyarakat," katanya.

Di Surabaya, kasus TB pun cukup besar.

Mengutip data Dinas Kesehatan, kasus TB di Surabaya yang terdeteksi dini pada April 2024 mencapai 3.228 kasus atau mencapai 20 persen dari target estimasi kasus TBC yang diperkirakan Dinkes mencapai 16.127 kasus.

Kemudian, penemuan naik mencapai 5.800 kasus hingga akhir Juni 2024.

"Pemerintah Kota Surabaya masih terus memprioritaskan masalah kesehatan. Selain stunting, TB di Surabaya yang menjadi tertinggi di Jawa Timur turut menjadi prioritas penanganan," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina saat hadir menyambut Wamenkes.

Nanik melanjutkan, TB ditengarai turut berkontribusi terhadap kasus stunting di Surabaya. "Stunting ternyata tidak lepas dari TB. Sehingga, selain stunting ternyata dia TB," ungkap Nanik.

Untuk menangani masalah tersebut, Dinkes lantas mengintensifkan program deteksi dini.

Di antaranya melalui portable X-Ray yang mulai diluncurkan Kementerian Kesehatan sejak Agustus lalu.

"Kami lakukan screening sejak awal sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih dini. Terutama, kepada para balita stunting juga kami minta untuk pemeriksaan TB. Kami juga kolaborasi dengan lintas sektor dalam pencegahan kasus tersebut," tuturnya.

(bob koloway/tribunmataraman.com)

editor : adzra bilah s

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved