Pilgub Jatim 2024

Kampanye di Nganjuk, Cagub Jatim Khofifah Sambangi Pasar Hingga Tempat Pembibitan Buah

Calon Gubernur Jatim nomor urut 02, Khofifah Indar Parawansa menggelar kampanye  di kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (5/11/2024). 

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/fatimatuz zahroh
Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 2, Khofifah Indar Parawansa menyambangi kebun pembibitan buah di Desa Juwet Kecamatan Nggrogot Kabupaten Jawa Timur, Selasa (5/11/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | NGANJUK - Calon Gubernur Jatim nomor urut 02, Khofifah Indar Parawansa menggelar kampanye  di kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (5/11/2024). 

Seperti biasa, kunjungan Khofifah dimulai dari pasar Tradisional. Kali ini, Pasar Berbek

Dalam kunjungannya ke pasar, Khofifah memborong banyak dagangan. Mulai dari daging sapi, daging ayam, jajanan basar, hingga aneka bumbu.

Dagangan yang dibeli Khofifah juga dibagikan ke pengunjung pasar sehingga tak sedikit yang kemudian berebut supaya kebagian belajaan yang diborong Khofifah di Pasar Berbek

Khofifah juga sempat mencicipi bubur Madura yang ada di dalam Pasar Berbek. Sembari berdialog dengan pedagang gendong, Khofifah menanyakan kondisi mereka berjualan di Pasar Berbek

Di sisi lain, Khofifah menegaskan seharian ini ia memang akan keliling di sejumlah titik di Kabupaten Nganjuk. Pasar Berbek menjadi jujugan untuk mengawali kegiatan kampanye di Nganjuk sembari menyerap semangat dan energi dari para pedagang di Pasar Berbek.

“Ke Pasar Berbek ini menjadi momentum untuk menyerap energi dan menyerap semangat. Karena kalau ke pasar kita mendapatkan dukungan, mendapatkan doa yang langsung memberikan suntikan energi untuk kami lebih semangat lagi membangun Jawa Timur,” kata Khofifah.

Lebih lanjut pihaknya berterima kasih pada seluruh pedagang dan warga masyarakat Nganjuk yang begitu semangat menyambutnya. 

Di sini, Khofifah juga membuka layanan periksa kesehatan gratis. Ada tes kesehatan berupa cek gula darah, cek tekanan darah, asam urat dan juga kolesterol.

Pembibitan Buah

Selepas dari pasar Berbek, Khofifah melanjutkan kampanye dengan mengunjungi para petani pembibitan buah di Desa Juwet Kecamatan Nggrogot.

DI tempat pembibitan buah ini telah dikembangkan lebih dari 200 jenis tanaman buah. 

Usaha ini bahkan telah membuka lapangan kerja bagi ratusan anak muda di Nganjuk dan sekitarnya. 

Khofifah melihat langsung geliat usaha agrobisnis yang meski belum skala besar namun pasarnya sudah tembus luar negeri dengan bantuan akses e-commerce. 

Usaha bibit buah ini sudah tembus ke luar pulau seperti Samarinda, Papua, Makassar, Jawa Barat dan banyak lagi. Bahkan pemesan bibit tanaman buah dari Desa ini juga tembus hingga luar negeri. Seperti Jepang juga Korea.

Melihat geliat usaha ini, Khofifah mengapresiasi agrobisnis ini yang dikembangkan dan bahkan telah bisa meluaskan pasar hingga luar negeri. 

“Ini artinya ada kreativitas, ada semangat luar biasa. Bahkan ini Bu Ummah sebenarnya bukan lulusan fakultas pertanian. Tapi ketekunan beliau sangat bagus. Bahkan mengembangkan teknik penanamannya sudah pakai kultur jaringan sehingga bibitnya bisa panen di lebih cepat,” kata Khofifah.

Tidak hanya itu, pihaknya berharap usaha agrobisnis ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Sebab ternyata pembibitan tanaman tidak hanya bisa dilakukan di daerah daratan tinggi. Tapi juga bisa dilakukan dimana saja.

“Dengan penjualan secara online mereka sudah bisa mengakses pasar digital seluruh Indonesia bahkan ada dari daerah lain yang bisa memasarkan ke luar negeri,” tegas Khofifah. 

Di sini, Khofifah juga melihat langsung bibit tanaman sawo raksasa atau mame sapote, yaitu bibit tanaman buah sawo yang jika berbuah bisa mencapai 2 kilogram beratnya. Bibit tanaman ini didapatkan Ummah dari seorang kolektor dan kemudian dikembangkan untuk dijadikan bibit.

“Ini sungguh luar biasa. Kita berharap usaha bibit ini bisa terus berkembang dan melestarikan buah-buah dari berbagai daerah di Jawa Timur,” pungkas Khofifah.

Di sisi lain, Ummah menegaskan bahwa pihaknya telah cukup lama mengembangkan pembibitan tanaman buah. Namun untuk penjualan online dilakukan sejak pandemi covid-19.

“Saat pandemi, banyak anak muda yang kena dampak PHK bingung mencari pekerjaan. Sehingga mereka ke sini, untuk mencari penghasilan, mereka yang muda-muda itu ke sini ambil foto dan diunggah ke platform jualan online,” kata Ummah.

 “Untuk mengakali agar bibit bisa tahan lama, kami menggunakan cocopeat. Kita rendam dan dikasi vitamin B1. Dengan media tanam cocopeat, tanaman bibit kita bisa bertahan tujuh hingga delapan hari,” tegas Ummah.

Dengan sistem penjualan online yang digarap bersama anak-anak Desa Juwet dan sekitarnya, Ummah menegaskan pasar menjadi luas dan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya. 

Bahkan karena sudah sangat banyak pengiriman ke luar daerah bahkan pihak ekspedisi yang keliling ke usaha Ummah dan para muda yang mengambil paket yang akan dikirim. 

(fatimatuz zahroh/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved