Berita Terbaru Kota Kediri

WBP Lapas Kediri Wujudkan Kemandirian Lewat Program Pertanian dan Ketahanan Pangan di SAE Lakuli

Lapas Kelas IIA Kediri mendorong kemandiran warga binaan lewat sektor pertanian dan ketahanan pangan di lahan pertanian SAE Lakuli.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
ist
Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri saat mengikuti kegiatan pertanian di SAE Lakuli Kota Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri terus mendorong pemberdayaan warga binaan melalui program kemandirian. 

Salah satu program unggulannya adalah pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di lahan pertanian SAE Lakuli.

Program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan bertani, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

Melalui pelatihan intensif, para warga binaan tidak hanya belajar teknik bercocok tanam, tetapi juga strategi pengelolaan lahan secara optimal.

Dalam program kali ini, fokus utama adalah penanaman bawang merah dan bibit pepaya jenis California. Lahan pertanian SAE Lakuli telah menjadi pusat kegiatan agrikultur warga binaan yang dikelola secara intensif.

Para warga binaan, dengan bimbingan dari ahli pertanian, bekerja sama dalam setiap proses, mulai dari pengolahan tanah, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman secara menyeluruh. Selain keterampilan teknis, program ini juga mengajarkan nilai-nilai kerja sama dan tanggung jawab.

"Penanaman bibit pepaya jenis California dipilih karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Selain itu, jenis pepaya ini cepat berbuah dan tahan terhadap hama," kata Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Urip Dharma Yoga, Kamis (24/10/2024).

Urip mengatakan, pemilihan komoditas pepaya California ini dinilai tepat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memberikan prospek ekonomi jangka panjang bagi warga binaan.

Sementara itu, penanaman bawang merah juga menjadi salah satu bagian penting dari program ini. Bawang merah merupakan komoditas pokok yang selalu dibutuhkan di pasar lokal.

"Kami berharap hasil pertanian bawang merah ini bisa berkontribusi pada kebutuhan pasar sekaligus memberikan pemasukan tambahan bagi para warga binaan," tambah Urip.

Lapas Kelas IIA Kediri tidak berjalan sendiri dalam pelaksanaan program ini. Mereka bekerja sama dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada pengembangan pertanian.

Kolaborasi ini dilakukan agar proses penanaman dan pengelolaan lahan berjalan sesuai dengan standar pertanian modern. Selain itu, pendampingan rutin dilakukan untuk memastikan setiap tahapan program berhasil dengan baik.

Hasil dari program penanaman ini diharapkan dapat dipasarkan ke wilayah lokal. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, program ini juga menjadi bukti nyata bahwa warga binaan dapat memberikan kontribusi positif kepada perekonomian. 

"Kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berdaya jual, sehingga nantinya ketika mereka bebas, mereka memiliki bekal keterampilan untuk hidup mandiri," jelas Urip.

Program ini juga menjadi bentuk dukungan Lapas Kediri dalam mempersiapkan warga binaan agar tidak kembali terjerat tindakan kriminal setelah keluar. Urip menegaskan bahwa Lapas Kediri berkomitmen untuk memberikan program pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved