Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Tingkatkan Peluang Kerja, Disperinaker Trenggalek Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi 

Disperinaker Trenggalek menggelar pelatihan berbasis kompetensi yagn sangat dibutuhkan untuk meningkatkan skill dan memenuhi peluang kerja

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
sofyan arif candra
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati Meninjau Pelatihan Berbasis Kompetensi di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Jalan Kapiten Pattimura, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Rabu (16/10/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati memberi motivasi peserta pelatihan berbasis kompetensi di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Jalan Kapiten Pattimura, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Rabu (16/10/2024).

Dyah menuturkan pelatihan berbasis kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan skill dan memenuhi peluang kerja terlebih lagi bisa membuka usaha sendiri 

"Tenaga kerja itu dibutuhkan tidak hanya dia sekadar mampu tapi melihat bagaimana kualitasnya dalam bekerja," lanjut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur ini.

Menurut Dyah, Jawa Timur dikenal sebagai daerah penghasil tenaga kerja yang terampil dibandingkan daerah lainnya.

Untuk itu dalam pelatihan berbasis kompetensi tersebut, pihaknya mendorong agar menyertakan inovasi baru ke dalam materi pelatihan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) peserta.

Dalam pelatihan berbasis kompetensi tersebut terdapat tiga jenis jurusan yaitu barbershop, tata boga, dan las.

"Pemilihan jenis pelatihan ini sudah tepat karena pelatihan itu harusnya disesuaikan dengan kebutuhan di sini. Ya mungkin juga sebaiknya ke depan ditambah ke pertanian atau perikanan dan peternakan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Heri Yulianto, menyampaikan ada 60 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. 20 peserta jurusan barbershop, 20 peserta jurusan tata boga, dan 20 peserta jurusan las.

"Saat ini lulusan vokasi lebih banyak dibutuhkan karena memiliki keterampilan yang lebih terasah dan spesifik, seperti hard skills dan soft skills, yang sangat berguna di dunia kerja," ujar Heri 

Setiap peserta yang lolos ujian kompetensi dalam pelatihan tersebut akan mendapatkan 2 sertifikat, yaitu sertifikat kompeten dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek, dan sertifikat kompeten diberikan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi/BNSP. 

"Sertifikat profesi akan meningkatkan nilai, khususnya pada saat pencari kerja dalam proses rekrutmen," tegasnya.

Sayangnya di Trenggalek belum mempunyai UPT Balai Latihan Kerja (BLK), naik BLK kabupaten maupun BLK Provinsi Jawa Timur sehingga daya tampung peserta sangat terbatas.

Heri menuturkan dalam satu tahun hanya ada dua kali pelatihan berbasis kompetensi dengan jumlah 60 peserta setiap angkatannya.

Untuk itu Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Trenggalek saat ini tengah berupaya membentuk UPT BLK dengan tujuan bisa mencetak tenaga kerja yang kompeten dalam jumlah besar.

"Pembentukan UPT BLK terkendala keberadaan tenaga instruktur, dimana pada rekrutmen ASN tahun 2024 ini telah direncanakan pengadaan Formasi Instruktur sebanyak 3 orang," pungkasnya.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved