Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Kunjungi Tunglur, Mas Dhito Dapat Ucapan Terimakasih Dari Warga yang Anaknya Nyaris Gagal Sekolah
Saat mengunjungi desa Tunglur, kecamatan Badas, Mas Dhito mendapat ucapan terimakasih haru dari ibu yang anaknya nyaris putus sekolah
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Sriani, perempuan warga desa Canggu, kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, tak menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan Hanindhito Himawan Pramana, calon bupati Kediri petahana, untuk berterimakasih.
Hal itu terjadi Mas Dhito, panggilan akrab Hanindhito Himawan Pramana, berkunjung ke desa Tunglur, kecamatan Badas.
Dalam kesempatan itu, Sriani menceritakan bagaimana putrinya hampir tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi.
Namun, dengan adanya SMA Dharma Wanita Boarding School yang didirikan Pemkab Kediri di periode pertama kepemimpinan Mas Dhito, anaknya itu dapat bersekolah.
"Dengan adanya programnya Pak Dhito, anak saya bisa lanjut sekolah. Saya sangat bersyukur. Terima kasih Pak Dhito," kata Sriani.
Sekolah berasrama tersebut, selain tidak memungut biaya, juga menanggung kebutuhan hidup siswa, termasuk biaya makan sehari-hari.
Hal ini menurut Sriani sangat meringankan beban keluarga-keluarga yang kurang mampu, seperti yang dialaminya.
Keberadaan sekolah tersebut dianggapnya telah sangat membantu anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya.
"Benar-benar mengangkat (membantu) anak yang membutuhkan sekolah tapi orang tuanya tidak ada biaya," ungkapnya.
Sementara itu, Mas Dhito menyatakan bahwa pendidikan merupakan investasi terpenting yang harus dijaga, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan hak rakyat dalam hal pendidikan terpenuhi.
Selama periode pertama kepemimpinannya, Mas Dhito memprioritaskan empat sektor utama, yakni kesehatan, sosial, infrastruktur, dan pendidikan.
Pendirian sekolah gratis ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut, terutama untuk memastikan tidak ada anak di Kabupaten Kediri yang putus sekolah karena masalah biaya.
"Tidak boleh orang putus sekolah karena terkendala biaya," tegasnya.
Dia melanjutkan, SMA Dharma Wanita Boarding School dirancang khusus untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Seleksi penerimaan siswa baru juga difokuskan pada anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Sekolah tersebut didirikan pada tahun 2022 dan kini telah memasuki tahun kedua dengan jumlah siswa di setiap angkatan sebanyak 130 orang. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak anak-anak di Kabupaten Kediri yang bisa mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa terbebani oleh biaya.
(luthfi husnika/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
berita terbaru kabupaten Kediri
mas Dhito
desa Tunglur
kecamatan Badas
Kabupaten Kediri
Hanindhito Himawan Pramana
desa Canggu
SMA Dharma Wanita
Pemkab Kediri Kebut Perbaikan 78 Ruas Jalan, Target 89 Persen Jalan Mulus di 2025 |
![]() |
---|
BPN Kediri Tindak Lanjuti Aksi Warga Puncu, Peta Tanah Akan Dicocokkan Ulang Minggu Depan |
![]() |
---|
Ratusan Warga Puncu Geruduk Kantor BPN Kediri, Tolak Penetapan Lahan Fasos di Lahan Garapan |
![]() |
---|
MPP Kabupaten Kediri Segera Soft Launching, 20 Instansi Mulai Uji Coba Layanan Awal September |
![]() |
---|
Hangatnya Cangkrukan Kapolres Kediri Bersama Puluhan Lansia GUSDURian Pare |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.