Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek
Profil Kabupaten Trenggalek dan Cerita di Balik Julukan Bumi Menak Sopal
Berikut profil Kabupaten Trenggalek, salah satu kabupaten di Jatim berjuluk Bumi Menak Sopal.
TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Kabupaten ini mendapat julukan sebagai Kota Gaplek, makanan berbahan baku singkong yang dikeringkan.
Kabupaten Trenggalek memiliki luas wilayah 1.261.40 (Ha), dimana 2/3 bagian luasnya merupakan tanah pegunungan, terbagi menjadi 14 Kecamatan dan 157 Desa.
Sedangkan luas laut 4 Mil dari daratan adalah 711,17 KM. Jumlah total keseluruhan Penduduk di Kabupaten Trenggalek sebanyak 756.109 Jiwa (BPS 2023) dengan Kecamatan Suruh memiliki penduduk paling sedikit, berjumlah 26.795 Jiwa.
Geografi
Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang ada di pesisir Pantai Selatan.
Trenggalek terletak diantara 111º 24’ hingga 112º 11’ bujur timur dan 7º 63’ hingga 8º 34’ lintang selatan.
Di Utara, Trenggalek berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo;
Di Selatan, Trenggalek berbatasan dengan Samudera Hindia
Sedangkan di Timur Trenggalek berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung
Lalu di Barat Trenggalek berbatasan dengan Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo
Daftar Kecamatan di Kabupaten Trenggalek
1. Kecamatan Panggul (17 Desa)
2. Kecamatan Munjungan ( 11 Desa)
3. Kecamatan Watullimo (12 Desa)
4. Kecamatan Kampak (7 Desa)
5. Kecamatan Dongko (10 Desa)
6. Kecamatan Pule (10 Desa)
7. Kecamatan Karangan (12 Desa)
8. Kecamatan Suruh (7 Desa)
9. Kecamatan Gandusari (11 Desa)
10. Kecamatan Durenan (14 Desa)
11. Kecamatan Pogalan (10 Desa)
12. Kecamaan Trenggalek (8 Desa 5 Kelurahan)
13. Kecamatan Tugu (15 Desa)
14. Kecamatan Bendungan (11 Desa)
Etimologi
Menurut HR Van Keerkeren, Homo Wajakensis (Manusia Purba Wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan manusia purba pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun lalu.
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek telah dihuni oleh manusia.
Meskipun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, namun bukti yang ditemukan belum cukup kuat karena artefak-artefak tersebut tidak ditemukan tulisan.
Tulisan mengenai Kabupaten Trenggalek baru ditemukan dalam Prasasti Kamsyaka tahun 929M.
Diketahui bahwa pada masa itu daerah-daerah di Trenggalek sudah memiliki hak otonomi nya sendiri. perdikan kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi.
Di samping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah tersebut termasuk ke dalam Kabupaten Trenggalek.
Kemudian ditemukan pula Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwi-kramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan dan tahun pembuatan prasasti tersebut.
Maka seluruh Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa 31 Agustus merupakan tanggal yang tertera pada prasasti tersebut sebagai Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
Asal Usul Nama Trenggalek
Dahulu kala, ada sepasa suami istri bernama Ki Ageng Sinawang dan Raden Ayu Saraswati yang merawat seorang bayi laki-laki bernama Menak Sopal.
Berbeda dari bayi lainnya, Menak Sopal terbilang cukup unik. Setiap malam hari, ketika sedang tertidur, tubuh Menak Sopal akan mengeluarkan Cahaya bak Kunang-Kunang
Raden Ayu Saraswati dan Ki Ageng Sinawang percaya bahwa sinar itu menandakan bahwa kelak Menak Sopal akan menjadi pemuda yang luar biasa. Dugaan mereka pun benar.
Ketika Menak Sopal tumbuh dewasa, ia menjadi pria yang gemar menolong orang lain serta memiliki keahilian Malih Rupa (berubah wujud)
Suatu ketika, penduduk di sekitar tempat tinggal Menak Sopal di Padepokan Sinawang mengalami masalah kekeringan air.
Karena masalah itu, mereka kerap bertengkar karena berebut air di tepi Sungai Bagong. Menak Sopal pun ingin membantu para penduduk yang sedang kekurangan air.
Menak Sopal kemudian mengajak para pemuda di Padepokan Sinawang untuk membantunya membangun bendungan air. Tanpa butuh waktu lama, Menak Sopal dan para pemuda berhasil menyelesaikan Pembangunan bendungan. Namun, bangunan yang baru saja diselesaikan tiba – tiba ambruk.
Menak Sopal dan para pemuda segera memperbaikinya, tetapi bendungan kembali ambruk setelah diperbaiki. Rupanya, penyebab ambruknya bendungan tersebut ialah ulah seekor buaya putih yang merusak bendungan dengan sabetan dari ekornya.
Salah satu permintaan agar buaya putih tidak merusak bendungan adalah kepala seekor gajah putih.
Sontak Menak Sopal terkejut dan segera menyampaikan keinginan sang buaya putih kepada para pemuda. Para pemuda mengatakan bahwa satu-satunya orang yang memiliki gajah putih adalah Mbok Randa di Desa Krandon.
Tanpa berpikir panjang, Menak Sopal segera berangkat ke Desa Krandon untuk menemui Mbok Randa
Sesampainya di rumah Mbok Randa, Menak Sopal mengutarakan keinginanya untuk meminjam gajah putih miliknya selama tiga hari.
Mbok Randa pun mempertanyakan, jika terjadi sesuatu kepada gajahnya, siapa yang akan bertanggungjawab. Dengan lugas Menak Sopal mengatakan bahwa Padepokan Sinawang lah yang akan bertanggungjawab.
Setelah tau bahwa Menak Sopal merupakan salah satu murid dari Ki Ageng Sinawang, tanpa ragu Mbok Randa langsung meminjamkan gajah putihnya.
Setelah Menak Sopal kembali ke desanya, gajah putih tersebut disembelih dan dilemparkan kepalanya ke dalam Sungai Bagong. Setelah itu, bendungan kembali dibangun dan dapat berdiri dengan kokoh untuk menampungn air dari Sungai Bagong.
Tiga hari berlalu, Mbok Randa menunggu Menak Sopal untuk mengembalikan gajah putih yang miliknya. Namun, hingga satu bulan lebih, Menak Sopal tak kunjung datang.
Mbok Randa pun menjadi marah, ia menungumpulkan para penduduk Desa Krandon untuk menyerang Padepokan Sinawang.
Di tengah perjalanan, Mbok Randa tidak sengaja bertemu dengan Menak Sopal dan langsung mempertanyakan keberadaan gajah putihnya.
Dengan jujur, Menak Sopal menjawab bahwa gajah putih milik Mbok Randa sudah disembelih dan kepalanya diberikan kepada buaya putih agar sang buaya tidak merusak bendungan yang ia bangun bersama para pemuda itu.
Namun, Mbok Randa tidak mempercayai penjelasan Menak Sopal, sehingga ia menyuruh penduduk untuk mengejar Menak Sopal.
Menak Sopal memilih melarikan diri dan terjun ke dalam bendungan. Mbok Randa pun memerintahkan para penduduk untuk menunggunya hingga muncul kembali ke permukaan.
Sementara itu, Mbok Randa bergegas pergi ke Padepokan Sinawang dan bertemu dengan Ki Ageng Sinawang. Ki Ageng Sinawang pun memberikan penjelasan yang sama seperti apa yang Menak Sopal sampaikan.
Setelah mengetahui gajahnya disembelih untuk sesuatu hal yang baik, Mbok Randa pun dengan berat hati mengikhlaskannya.
Ki Ageng Sinawang juga mengatakan bahwa daerah Padepoka Sinawang sudah ramai penduduk dan ia menamainya dengan nama “Terang Ing Galek”. “Terang” berarti cahaya, sementara “Galek” adalah sebuah nama di wilayah tersebut.
Dari nama “Terang Ing Galek” inilah kemudian yang menjadi asal-usul nama dari Trenggalek merupakan kata diambil dari bahasa jawa yang berarti “Tempat yang aman”
Pariwisata
Berikut adalah daftar sejumlah lokasi wisata yang cukup populer di Kabupaten Trenggalek:
1. Pantai Pelang
2. Wisata Tebing Lingga
3. Pantai Taman Kili-Kili
4. Desa Wisata Durensari
5. Pantai Prigi
6. Desa Wisata Pandean
7. Gua Lowo
8. Ekosistem Mangroove
9. Candi Brongkah
10. Trenggalek Green Park
Kuliner khas Trenggalek:
1. Nasi Gegok
2. Nasi Ayam Lodho
3. Sompil
4. Manco
5. Geti Wijen
6. Alen-Alen
7. Madumongso
8. Ikan Asap
9. Semprong
10. Sale Pisang
(Adzra Bilah Syazwina/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Profil Kabupaten Trenggalek
Bumi Menak Sopal
tribunmataraman.com
asal-usul nama Trenggalek
kecamatan di Trenggalek
Nelayan Hilang di Perairan Munjungan Trenggalek, Perahu Ditemukan Terdampar Tanpa Pemilik |
![]() |
---|
Peras Kepala Desa, Tiga Orang Mengaku Wartawan di Trenggalek Divonis Penjara |
![]() |
---|
Wagub Jatim Emil Dardak Salurkan Bansos Rp 4,2 Miliar untuk Masyarakat Trenggalek |
![]() |
---|
SMA 1 Kampak Trenggalek Disidak Wakil Ketua DPRD Jatim, Tindaklanjuti Demo Siswa soal Iuran |
![]() |
---|
Tak Ada Lagi Honorer, Bupati Mas Ipin Lantik 1.329 PPPK Kabupaten Trenggalek |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.