Pilkada Kabupaten Blitar 2024

KPU Tetapkan Jumlah DPT Pilkada Kabupaten Blitar 2024 Sebanyak 963.511 Jiwa

KPU Kabupaten Blitar menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Kabupaten Blitar 2024 sebanyak 963.511 jiwa, Kamis (19/9/2024).

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
KPU Kabupaten Blitar menggelar rapat pleno rekapitulasi dan penetapan DPT Pilkada 2024, Kamis (19/9/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - KPU Kabupaten Blitar menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Kabupaten Blitar 2024 sebanyak 963.511 jiwa, Kamis (19/9/2024).

Jumlah ini turun sebanyak 1.804 jiwa jika dibandingkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS).

Sebelumnya, KPU Kabupaten Blitar menetapkan jumlah DPS sebanyak 965.315 jiwa.

Ketua KPU Kabupaten Blitar, Sugino mengatakan penetapan DPT Pilkada Kabupaten Blitar 2024 berjalan lancar.

"Jumlah DPT turun jika dibandingkan jumlah DPS. Jumlah DPT yang ditetapkan 963.511 jiwa, sedang jumlah DPS kemarin sebanyak 965.315 jiwa," kata Sugino.

Dikatakan Sugino, penurunan jumlah DPT karena beberapa faktor, antara lain karena ada pemilih yang meninggal dunia dan ada pemilih yang pindah keluar.

Menurutnya, setelah penetapan DPT, masih ada tahapan daftar pemilih tambahan (DPTb).

Tahapan DPTb berlangsung sampai menjelang hari pencoblosan di Pilkada Kabupaten Blitar 2024.

"Kami akan mendata masyarakat yang pindah masuk hingga menjelang hari pencoblosan," ujarnya.

Dalam penetapan DPT, kata Sugino juga ada masukan dari Bawaslu terkait data pemilih pindah pilih dan data pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) di beberapa kecamatan, yaitu, Wates, Nglegok dan Garum.

"Masukan Bawaslu sudah kami tindaklanjuti, hari ini kami selesaikan," katanya.

Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Blitar, Jaka Wandira mengatakan beberapa masukan Bawaslu terkait penetapan DPT, yaitu, ada tambahan pemilih baru laki-laki di Kecamatan Wates.

Lalu di Kecamatan Nglegok ada data pemilih yang dikeluarkan dari Desa Nglegok dan masuk di Desa Dayu.

"Sebelumnya, data pemilih yang keluar dari Desa Nglegok tersebut belum sempat dimasukkan di Desa Dayu," ujarnya.

Sedang di Kecamatan Garum, kata Jaka, ada dua desa, yaitu Kelurahan Garum dan Desa Sidodadi ada beberapa data pemilih baru dimasukkan DPT hari ini.

"Permasalahan di Kecamatan Garum, ada banyak pemilih baru yang belum dimasukkan ke data pemilih di tingkat kecamatan, sehingga masuk di pleno tingkat kabupaten. Jumlahnya ada sekitar 39 orang yang belum masuk DPT," katanya. 

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved