Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Surga Panjat Tebing Ada di Trenggalek, Mulai Tebing Sepikul, Tebing Manik Oro Hingga Tebing Lingga

Kabupaten Trenggalek Jadi Surga Olahraga Panjat Tebing, Ada Tebing Sepikul, Tebing Manik Oro dan Tebing Lingga

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Rendy Nicko
Sofyan Arif Chandra/Tribun Mataraman
Tebing Sepikul, di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Merupakan Tebing Tertinggi di Jawa Timur  

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Tebing Sepikul yang berada di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mempunyai daya tarik tersendiri bagi pecinta panjat tebing.

Tebing yang mempunyai tinggi lebih kurang 500 meter tersebut menjadi tebing tertinggi di Jawa Timur dan menjadi tebing tertinggi kedua di Indonesia setelah Tebing Parang, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Tebing Sepikul merupakan big wall atau tebing besar yang tersusun dari bantuan andesit. Menurut Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Arif Ghondani sebuah tebing bisa masuk kategori big wall jika mempunyai ketinggian di atas 300 meter.

"Tidak semua provinsi mempunyai big wall, sedangkan Jawa Timur punya lima big wall dan tiga di antaranya ada di Trenggalek," ucap Arif, Jumat (16/8/2024).

Tiga big wall yang ada di Kabupaten Trenggalek adalah Tebing Sepikul, lalu Tebing Manik Oro di Kecamatan Kampak, lalu Tebing Lingga di Kecamatan Suruh.

Sedangkan dua big wall lainnya yaitu Tebing Tanggul di Kabupaten Tulungagung, dan satu lagi tebing di Gunung Kelud.

"Jadi bisa dikatakan Jawa Timur, terutama Trenggalek adalah surganya panjat tebing, karena ada tiga big wall dan banyak tebing-tebing kecil lainnya," lanjut Arif.

Khusus di Tebing Sepikul, bagi pemula telah disediakan jalur Via Ferrata yang diberi nama Sparta (Sepikul Via Ferrata).

Seperti namanya yaitu Via Ferrata yang berarti jalur besi, pengunjung akan melewati jalur besi untuk bisa mencapai salah satu puncak bayangan Tebing Sepikul dengan ketinggian 150 meter.

Jika kurang menantang, pengunjung bisa memilih untuk melewati jalur besi dengan ketinggian puncak 250 meter.

"Via Ferrata di Sepikul ini merupakan yang pertama kalinya di Jawa Timur, dan kedua di Indonesia setelah Tebing Parang, Purwakarta," jelas pria asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo ini.

Menurut Arif, Tebing Sepikul merupakan aset wisata tebing alam yang wajib dijaga dan dilestarikan di Trenggalek dan Jawa Timur, karena bisa menarik wisatawan lokal bahkan wisawatan asing untuk menikmati tebing ini.

"Selain panjat tebing, kondisi lokasi dan akses sekitar Tebing Sepikul juga mendukung untuk kegiatan outdoor," lanjutnya.

Tahun ini, pemerintah juga telah membangun akses jalan paving sampai lapangan camp ground sehingga kendaraan motor maupun mobil bisa langsung masuk ke lokasi camp ground.

Dari pantauan Tribun Jatim Network, di camp ground tersebut juga terdapat gazebo untuk istirahat pengunjung, saluran air, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) dan listrik. 

"Dengan potensi sumberdaya alam yang sangat luar biasa ini dan dukungan dari masyarakat serta pemerintah kami berharap timbul rasa sama-sama memiliki dan bertanggung jawab merawat dan melestarikan sumber daya ini," pungkasnya.

(Sofyan Arif Chandra/TribunMataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved