Dokter PPDS Bunuh Diri

Update Dugaan Dokter PPDS Anestasi Undip Bunuh Diri, Ikasma Tegal Siap Beri Pendampingan Hukum

Ikatan Alumni SMAN 1 (Ikasma) Tegal menyatakan siap memberikan pendampingan hukum pada keluarga dokter PPDS yang diduga bunuh diri karena dibully

Editor: eben haezer
ist
dr ARL, dokter PPDS Anestesi FK Undip Semarang yang diduga meninggal bunuh diri karena tak kuat dibully 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SEMARANG - Belum adanya pernyataan dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro atau Undip Semarang dan pihak RSUP dr Kariadi Semarang, menyebabkan kematian dokter PPDS anestesi berinisial dr ARL semakin menimbulkan spekulasi. 

Sampai sekarang, masih kuat dugaan bahwa dr ARL meninggal karena bunuh diri. Penyebabnya, diduga karena tak kuat dibully. 

Belum terang benderangnya kasus ini, juga menyebabkan Ikatan Alumni SMAN 1 (Ikasma) Tegal angkat bicara. 

Baca juga: Dokter PPDS Undip Diduga Bunuh Diri Karena Tak Kuat Dibully, Kampus dan RS Masih Bungkam

dr ARL memang alumni SMAN 1 Tegal angkatan 2011 yang berprofesi sebagai dokter di RSUD Kardinah, Kota Tegal. 

Ketua Umum Ikasma Tegal, dr Tafakurrozak menyatakan prihatin terhadap kasus perundungan di dunia pendidikan kedokteran.

Dia mengatakan, dugaan perundungan di PPDS bukan kali ini saja terjadi pada dr ARL. 

Dia menyebut, pada April 2024, ada alumni SMA Negeri 1 Tegal yang mengalami perundungan saat sedang menjalani PPDS Gizi Klinis di Undip dan RSUP dr Kariadi Semarang. 

Dia menilai, perundungan itu sudah tidak zamannya, justru seperti mewariskan sifat kerja rodi, feodal atau kolonialosme.

"Ini zaman sudah berubah, pendidikan sudah harus mengutamakan sisi kemanusiaan. Tidak dengan bullying atau perundungan yang dilakukan senior atau konsulen," katanya seperti dikutip dari Tribunjateng.com, Rabu (14/8/2024).

Tafakurrozak mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Kemenkes RI yang memberhentikan sementara PPDS Anestesi Undip di RSUP dr Kariadi Semarang. 

Dia juga mendorong Kemenkes untuk menindaklanjutinya dengan investigasi. 

Ikasma Tegal juga siap mendampingi keluarga korban untuk melaporkan ke pihak berwajib dengan mencarikan pengacara.

Pihaknya melalui jaringan alumni juga siap melaporkan kasus tersebut ke Kapolri RI.

"Kami mengharapkan keluarga untuk melaporkannya secara hukum, ini karena kehilangan nyawa. Laporkan kepada aparat berwenang dan Ikasma Tegal akan mendampingi dan mencarikan lawyer," jelasnya. 

Sementara itu, saat pihak RSUP dr Kariadi Semarang masih bungkam, Plt Direktur RSUD Kardinah Tegal, dr Lenny Harlina Herdha Santi sudah angkat bicara. 

Saat dikonfirmasi, dia meminta berbagai kalangan agar menghormati proses yang dilakukan pihak berwenang untuk memastikan penyebab kematian almarhumah.

Pihaknya meminta publik tidak berandai-andai terkait kasus meninggalnya dr ARL.

"Belum dipastikan kebenaran tentang bullying pada almarhumah. Kami percayakan Kemenkes bersama Undip untuk mencari penyebab utamanya," kata dr Leni kepada Tribunjateng.com, Rabu (14/8/2024).

dr Leni mengatakan, almarhumah selama ini menderita sakit karena ada Hernia Nukleus Pulposus (HNP).

Hal itu bisa jadi juga menjadi faktor yang memperberat kondisi almarhumah sebagai residen anestesi.

"Mari tidak ikut berspekulasi, fokus saja mendoakan almarhumah dan keluarganya," ungkapnya. 

Sementara itu, Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Agus Hartono mengatakan, hasil penyelidikan yang dilakukan jajarannya, kematian ARL diduga karena yang bersangkutan merasa berat mengikuti pelajaran maupun menghadapi seniornya.

Hal itu pun berdasarkan cerita dari ibunya maupun isi buku hariannya.

"Nah dia sempat nggak kuat begitu istilahnya otaknya sudah ambyar urusan pelajarannya berat, urusan sama seniornya berat," jelasnya.

Menurut dia, dokter asal Tegal itu diduga menenangkan diri menggunakan obat anestesi.

Obat itu disuntikan sedikit ke lengannya.

"Dicek masih ada sisa campuran obat. Informasi dokter, obat itu seharusnya lewat infus. Tetapi ini disuntikan sedikit di lengannya agar bisa tidur," ujarnya.

(tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved