Peretasan Website Hotel
Akun Google Hotel Wilayah Kediri Diserang Hacker, Pelaku Ganti Contact Person ke Nomor Pribadi
Sejumlah hotel di Kota Kediri turut menjadi korban serangan hacker. Pelaku mengubah nomor contact hotel menjadi nomor pribadi
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Selama satu pekan terakhir, marak hotel berbintang yang menjadi korban pembajakan akun Google. Hal ini merugikan customer secara finansial dan mencoreng nama baik hotel.
Di wilayah Kediri, beberapa hotel turut menjadi korban.
Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kediri Raya Sri Rahayu Titik Nuryati mengatakan, dirinya mendapatkan beberapa aduan dari hotel-hotel yang terkena pembajakan.
Baca juga: 34 Hotel di Kota Malang Turut Jadi Korban Serangan Hacker yang Mengubah Nomor Rekening
Selama satu pekan terakhir setidaknya ada tiga hotel yang mengaku menjadi korban.
"Belakangan ini memang ramai akun Google hotel, terutama yang berbintang dibajak. Tidak hanya di Kediri atau Jawa Timur, tapi seluruh Indonesia. Seperti serentak. Kalau di Kediri sendiri selama satu pekan terakhir sudah ada tiga hotel yang menyampaikan menjadi korban pembajakan," kata Sri Rahayu, Kamis (15/8/2024).
Manager Mitra Inn Hotel ini menyebut, pembajakan akun Google hotel yang terjadi di Kediri tak hanya menyasar hotel berbintang. Beberapa hotel lain secara random juga mengalami nasib serupa.
Menurutnya, pembajakan akun Google di hotel wilayah Kediri pertama diketahui ketika ada customer yang menjadi korban penipuan. Customer yang hendak reservasi melalui telepon atau WhatsApp ternyata menghubungi nomor 'palsu'. Sebab, contact person milik hotel telah diganti dengan nomor pribadi milik penipu.
Para customer kemudian diminta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai bukti pembayaran reservasi. Namun, ketika customer datang ke hotel untuk proses check in, ternyata datanya tidak masuk. Karena yang dihubungi bukanlah nomor telepon resmi dari hotel tersebut.
"Jadi beberapa hotel di sini tahunya malah ketika ada customer yang datang mau check in. Bilangnya sudah reservasi melalui telepon atau whatsApp, tapi setelah dicek namanya tidak ada. Padahal sudah melakukan pembayaran. Ternyata nomor yang dihubungi adalah yang sudah diganti oleh hacker," terangnya.
Menurut Sri Rahayu, hal ini tentu merugikan para customer. Selain itu, nama baik hotel juga ikut tercoreng. Apalagi, pembajakan ini juga bisa berpengaruh terhadap kepercayaan customer pada hotel. Untuk itu pihaknya mengimbau para customer untuk lebih berhati-hati.
Menyikapi pembajakan puluhan akun Google hotel yang terjadi di wilayah Jawa Timur, lanjut Sri Rahayu, pihak PHRI Jatim telah membuat laporan resmi ke Polda Jatim. Hal ini sebagai langkah nyata pihak PHRI untuk menyikapi permasalahan.
"BPD PHRI Jatim sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jatim. Semoga ke depannya tidak ada kasus serupa terulang. Beberapa hotel yang menjadi korban juga sudah melakukan pemulihan akun. Pada para customer diharapkan untuk lebih berhati-hati, apalagi jika ada yang menawarkan rate hotel jauh di bawah harga standar biasanya," pungkasnya.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
editor: eben haezer
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.