Airlangga Hartarto Mundur

Wakil Ketua DPD Golkar Bojonegoro Sebut Partainya Tetap Kondusif Setelah Airlangga Hartarto Mundur

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro menyebut partainya tetap kondusif setelah Airlangga Hartarto mundur dari kursi Ketua Umum

Editor: eben haezer
yusab alfa ziqin
Ahmad Supriyanto, Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Bojonegoro. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | BOJONEGORO - Airlangga Hartarto mundur dan melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Minggu (10/8/2024) malam.

Politisi yang juga Menteri Koordinator Perekonomian itu menyebut, salah satu alasanya rela mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar adalah demi menjaga keutuhan partai.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto menyebut, segenap kader DPD Partai Golkar Bojonegoro menghormati keputusan Airlangga Hartarto itu.

Baca juga: Pilkada Ponorogo: Menakar Nasib Rekom Giri-Lisdyarita Setelah Airlangga Mundur Dari Ketum Golkar

"Seluruh kader Partai Golkar di Bojonegoro menghormati keputusan Pak Airlangga Hartarto yang mengundurkan diri sebagai ketua umum," ujarnya, Senin (12/8/2024) pagi.

Politisi yang karib disapa Mas Pri itu meneruskan, segenap kader DPD Partai Golkar Bojonegoro mengucapkan terima kasih berikut memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Airlangga Hartarto.

Sebab, selama menjadi Ketua Umum Partai Golkar Bojonegoro sejak 2017, Airlangga Hartarto telah membangkitkan Partai Golkar. Bisa mendudukan Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2024 nomor dua.

"Selain itu, beliau (Airlangga Hartarto, red) juga sukses mengantarkan Pak Prabowo dan Mas Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2024-2029," imbuhnya.

Terkait apakah mundurnya Airlangga Hartarto ini sebelumnya sudah berhembus santer di DPD Partai Golkar Bojonegoro, Mas Pri menjawab tidak. Begitu juga isu siapa pengganti Airlangga Hartarto.

Dia menambahkan, rekomendasi yang diberikan Partai Golkar kepada Setyo Wahono-Nurul Azizah agar maju sebagai cabup-cawabup di Pilkada Bojonegoro 2024, tak terpengaruh oleh mundurnya Airlangga Hartarto. 

Dia mengatakan, kecil kemungkinan surat rekomendasi untuk Setyo Wahono-Nurul Azizah itu dicabut.

"Insyaallah rekomendasi (untuk Setyo Wahono-Nurul Azizah, red) tersebut aman," ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, DPD Partai Golkar Bojonegoro tak berwenang penuh terkait surat rekomendasi itu. Untuk memastikannya, akan dikoordinasikan dengan DPD Partai Golkar Jatim.

"Segala hal berkaitan mundurnya Pak Airlangga Hartarto, kami menunggu arahan DPD Partai Golkar Jatim," jelasnya.

Termasuk, lanjut Ahmad Supriyanto, siapa caleg DPD Partai Golkar Bojonegoro terpilih yang akan jadi Wakil Ketua DPRD Bojonegoro 2024-2029, itu juga menunggu arahan DPD Partai Golkar Jatim.

"Nama-nama calon Wakil Ketua DPRD Bojonegoro 2024-2029 sudah diputuskan pleno. Sudah diusulkan ke DPP," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ahmad Supriyanto memperkirakan, mundurnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar tak akan membuat DPD Partai Golkar Bojonegoro menghangat.

"Insyaallah DPD Partai Golkar Bojonegoro akan selalu kondusif. Tak perlu ada dinamika yang lain," pungkasnya.

(yusab alfa ziqin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved