Selasa, 14 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Di Tangan Melisa Susanti, Talas Bukan lagi Tanaman Murahan

Talas sebelumnya menjadi tanaman liar yang tumbuh di pekarangan atau kebun milik warga. Di tangan Melisa Susanti, talas bukan lagi tanaman murahan

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Melisa Susanti dengan produk keripik talas, tanaman yang selama ini tidak terlalu dilirik. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Talas sebelumnya menjadi tanaman liar yang tumbuh di pekarangan atau kebun milik warga.

Tanaman ini kurang diminati, biasanya hanya direbus untuk dimakan langsung tanpa diolah.

Namun kini tanaman harganya meroket karena dianggap mempunyai nilai ekonomis tinggi.

“Dulu tumbuh  begitu saja tidak ada yang melirik. Tapi sekarang sering kesulitan pasokan,” ujar Melisa Susanti (32), warga Dusun Perkebunan, Desa Kresikan, Kecamatan Tanggunggunung.

Di wilayah pegunungan seperti Kecamatan Tanggunggunung, talas kalah populer dibanding ketela.

Bahkan dulu sering kali dibuang-buang karena dianggap tidak menarik.

Namun kini talas telah berubah menjadi komoditas yang menarik, setelah diolah menjadi keripik.

Harganya yang dulu hanya Rp 2.000 per kilogram, sekarang melonjak Rp 5.000 per kilogram

Melisa adalah salah satu warga yang menekuni usaha keripik talas atau enthik di bahasa lokal.

Ia mulai merintis usaha ini sejak 2022 karena melihat ketersediaan talas di kampungnya.

“Saat itu mulai mencoba ternyata pasarnya bagus. Sekarang 1 bulan bisa menghasilkan sekitar Rp 100 kg keripik talas,” ucapnya.

Dalam proses produksi, 1 kg talas rata-rata akan menjadi 0,5 kg keripik.

Melisa menjual keripik produksinya Rp 60.000 per kilogram dalam bentuk curah.

Produksinya sudah diambil oleh para reseller, atau dijual sendiri dalam kemasan dengan label label Keripik Ubi dan Enthik Makmur.

Sedangkan untuk yang premium dijual Rp 27.500 per 50 gram.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved