Berita Terbaru Kabupaten Sampang

Uang Tabungan Tak Kunjung Cair, Siswa SDN Taddan 2 Sampang Sempat Mogok Sekolah, Baru Masuk Hari ini

Berbeda dari sekolah lainnya, para siswa SDN Taddan 2 Sampang baru masuk hari ini. Sempat mogok sekolagh sehari karena tabungan tak kunjung car=ir

Editor: eben haezer
Hanggara Pratama
Pemandangan di SDN Taddan 2 Sampang Madura saat siswa-siswa mogok masuk sekolah kemarin 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SAMPANG - Pemandangan tidak biasa terjadi di SDN Taddan 2, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura.

Pasalnya, para siswa sekolah tersebut baru mulai masuk sekolah pada hari ini, Selasa (16/7/2024).

Tidak sama dengan sekolah lainnya yang memulai tahun ajaran baru kemarin (15/7/2024).

Pemicunya, para wali murid enggan menyekolahkan putra-putrinya alias mogok sekolah karena uang tabungan mereka tidak kunjung cair.

Tidak diberikannya uang tabungan milik siswa dari kelas I - VI senilai Rp 494 juta tersebut telah menjadi polemik di lingkungan pendidikan Kabupaten Sampang. 

Sebelumnya uang tabungan itu dikabarkan dititipkan ke salah satu perusahaan travel haji dan umroh di Pamekasan oleh Kepala Sekolah SDN Taddan 2 Suwarti. 

Namun, tak kunjung diberikan ke siswa hingga waktu yang telah ditentukan, Bahkan wali murid sempat melaksanakan aksi protes, mendatangi lembaga sekolah.

Pelaksana Harian (Plh) Kelala Sekolah SDN Taddan 2, Jumilah Arif mengatakan bahwa saat ini para siswa kembali masuk seperti biasanya, sebab uang tabungan mereka telah diberikan.

"Uang tabungan milik siswa telah diberikan Senin kemarin," ujarnya, Selasa (16/7/2024).

Menurutnya, alasan wali murid tidak ingin menyekolahkan anaknya (mogok sekolah) karena juga tidak ingin anak mereka bertemu atau dibina oleh Kepsek sebelumnya.

"Warga meminta agar Kepsek sebelumnya diganti dan sekarang telah diganti saya sebagai Plh. Warga tadi antusias menunggu Plh yang baru," terangnya.

Dirinya berharap, kondisi sekolah seterusnya tidak ada permasalahan lagi agar jalannya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) normal dan siswa bisa dengan tenang.

"Saya akan kembalikan kepercayaan wali murid seperti semula, karena kasihan jika para siswa di sini tidak sekolah," pungkasnya. 

(Hanggara Pratama/Tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved