Berita Terbaru Kota Blitar

Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Pj Gubernur Jatim Dorong Produk UMKM Naik Kelas dan Tembus Ekspor

Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Pj Gubernur Jatim Dorong Produk UMKM Naik Kelas dan Tembus Ekspor

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
Samsul Hadi/Tribun Mataraman
Suasana pameran produk UMKM di acara peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Jatim di Alun-alun Kota Blitar, Selasa (11/6/2024).  

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pj Gubernur Jawa Timur (Jatim), Adhy Karyono mengatakan sektor UMKM menjadi tulang punggung perekonomian di Jatim. Untuk itu, ia terus berupaya agar produk UMKM di Jatim lebih naik kelas dan menembus ekspor.

"Jatim itu backbone-nya dari UMKM, hampir separuhnya. Itulah kenapa ketika Covid-19, Jatim tidak begitu collapse karena (ekonomi) memang bersumber pada pemberdayaan UMKM," kata Adhy usai menutup puncak peringatan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) Jatim di Alun-alun Kota Blitar, Selasa (11/6/2024).

Peringatan BBGRM Jatim di Alun-alun Kota Blitar sendiri menjadi ajang pameran produk UMKM dari 38 kota dan kabupaten di Jatim.

Acara itu dikemas bersamaan dengan Bazar Blitar Djadoel yang merupakan rangkaian acara peringatan Bulan Bung Karno di Kota Blitar mulai 7 Mei 2024 sampai 11 Mei 2024.

Adhy mengatakan, selama ini, sektor ekonomi di Jatim ditopang oleh masyarakat kecil yang erat dengan UMKM.

Oleh karena itu, Pemprov Jatim terus berupaya membawa produk UMKM supaya lebih naik kelas dan menembus ekspor.

"Dengan begitu, produk UMKM akan membawa banyak turunan dampak ekonomi seperti tenaga kerja, kesejahteraan, dan kemampuan membranding produk tradisional ke dunia internasional," ujarnya.

Terkait pelaksanan BBGRM Jatim di Kota Blitar, kata Adhy, semua rangkaian kegiatan berjalan baik, meriah dan sukses.

Adhy juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Blitar yang telah menjadi tuan rumah kegiatan BBGRM Jatim.

"Kami mengucapkan terima masih kepada tuan rumah (Pemkot Blitar) yang sudah mempersiapkan dan menggabungkan kegiatan ini dengan even Bazar Blitar Djadoel," katanya.

Menurutnya, dalam kegiatan ini banyak hal menarik seperti pameran barang-barang zaman dulu yang mengingatkan kepada masyarakat bahwa gotong royong itu sangat penting dan bisa memberikan solusi kesejahteraan.

"Pada prinsipnya, kita harus memelihara dan meneruskan warisan budaya yang sangat luar biasa ini. Khususnya gotong royong yang luar biasa ini menjadi bagian tradisi Indonesia," ujarnya.

"Dengan gotong royong, pembangunan tidak hanya satu arah dari pemerintah saja, tetapi juga hasil kolaborasi dengan masyarakat. Dengan prinsip swadaya," tutupnya.

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com) 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved