Berita Terbaru Kota Kediri
PKL yang Terdampak Mangkraknya Pembanguna Alun-alun Kota Kediri Dapat Bantuan Modal
Para PKL terdampak mangkraknya pembangunan Alun-Alun Kota Kediri mendapatkan bantuan modal dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin)
Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Para pedagang Kaki Lima (PKL) terdampak mangkraknya pembangunan Alun-Alun Kota Kediri mendapatkan bantuan modal dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kediri.
Bantuan modal diberitakan kepada 74 PKL, masing-masing PKL menerima bantuan modal Rp 400.000.
Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma menjelaskan, bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian Pemkot Kediri terhadap PKL terdampak mangkraknya pembangunan Alun-alun.
Sebelumnya petugas telah meninjau secara langsung dan mensurvei keadaan para PKL. "Sejak Alun-Alun Kota Kediri dilakukan renovasi, para PKL direlokasi di tempat sementara dan ternyata kondisinya cukup memprihatinkan," ungkapnya.
Sehingga banyak pedagang yang mengalami penurunan omset, kerugian bahkan gulung tikar. Untuk membangkitkan usahanya, Pemkot Kediri memberikan bantuan modal usaha hingga mengratiskan restribusi kebersihan dan listrik.
"Bantuan-bantuan ini sesuai permintaan teman-teman PKL. Memang ada beberapa yang bisa kita penuhi dengan APBD namun ada beberapa yang tidak bisa. Salah satunya bantuan modal yang kita kerjasamakan dengan Baznas," ujarnya.
Wahyu mengatakan, Disperdagin akan membantu dan memprioritaskan PKL Alun-alun untuk menerima bantuan modal usaha yang bersumber dari DBHCHT tahun 2024 bagi yang belum menerima tahun 2023 lalu.
Diharapkan bantuan dari Pemkot Kediri sedikit membantu dan meringankan usahanya. "Semoga bantuan bisa membantu PKL Alun-alun untuk bangkit," harapnya.
Sementara Ketua Baznas Kota Kediri Dawud Syamsuri mengatakan, Baznas Kota Kediri memang memiliki program yang sejalan dengan kegiatan bantuan modal bagi PKL.
"Karena Baznas dan Disperdagin memiliki program yang selaras dan kebetulan PKL Alun-alun membutuhkan bantuan, kita berkolaborasi menyalurkan bantuan modal," ujarnya
Dijelaskan Dawut, kegiatan ini bertujuan untuk penguatan modal dan memovitasi PKL yang terdampak pembangunan Alun-alun. "Dengan penguatan modal, kami berharap PKL Alun-alun bisa terus menjalankan usahanya," harapnya.
Dawut menjelaskan bantuan modal dari Baznas berasal dari muzzaki yang membayar zakat di Baznas Kota Kediri. Zakat digunakan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Kediri.
Keseluruhan PKL yang mengajukan bantuan sebanyak 81 PKL, namun setelah melalui seleksi KTP, hanya 74 PKL yang bisa memperoleh bantuan modal dari Baznas Kota Kediri.
"Baznas Kota Kediri mengutamakan bantuan modal untuk PKL berKTP Kota Kediri saja. Dimana per orang menerima Rp 400.000," jelasnya.
Sementara Subagyono, salah satu PKL Alun-alun mengaku sangat terbantu dengan bantuan modal usaha dari Baznas. Karena sejak relokasi omsetnya mengalami penurunan, bahkan ada yang sudah meminjam uang untuk modal usaha dan ada yang gulung tikar.
"Kami berterima kasih dan bersyukur diberikan bantuan. Disperdagin sudah mendengarkan keluh kesah kami, sehingga bantuan dari Baznas ini bisa kami terima," ungkapnya.
Subagyono berharap Pemkot Kediri segera melanjutkan pembangunan Alun-alun agar para PKL bisa kembali berjualan dengan layak dan memperoleh omset seperti sediakala.
(didik mashudi/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Yuk Kunjungi Pameran Museum di Kota Kediri, Berlangsung Tiga Hari |
![]() |
---|
Cegah Stunting Sejak Dini, Kota Kediri Luncurkan Sekolah Siaga Kependudukan |
![]() |
---|
Lapas Kediri Sesak, Puluhan Warga Binaan Dipindah ke Lapas Pemuda Madiun |
![]() |
---|
Distribusi Buku Tabungan Bansos dan Kartu Keluarga Sejahtera Dimulai di Kota Kediri |
![]() |
---|
Gubernur Khofifah Lepas 21 Ribu Peserta Jalan Sehat di Kediri, Tekankan Tolak Pungli di Sekolah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.