Demo Pedagang Pasar Trenggalek
Pedagang Pasar Trenggalek Kompak Tolak Kenaikan Retribusi 400 Persen, Terlalu Mencekik Rakyat
Seluruh Pedagang pasar daerah se Kabupaten Trenggalek menolak kenaikan tarif retribusi pasar yang melejit hampir 400 persen.
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: faridmukarrom
TRIBUNMATARAMAN.COM -Pedagang pasar daerah se Kabupaten Trenggalek mengeluhkan kenaikan tarif retribusi pasar yang melejit hampir 400 persen.
Kekecewaan tersebut disuarakan ratusan pedagang melalui aksi unjuk rasa di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, Senin (6/5/2024).
Salah seorang peserta aksi, Sumarno menuturkan kenaikan tarif retribusi pasar tidak wajar, karena lebih dari tiga kali lipat.
"Ada yang semula bayar semula Rp 7 ribu sekarang hampir Rp 80 ribu sebulan, bahkan yang pedagang besar yang biasanya bayar Rp 1,3 juta sekarang hampir Rp 3 juta (per tahun)," kata Sumarno.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Pemkab Trenggalek Soal Kenaikan Retribusi Pedagang Berujung Demo Besar
Menurut Pedagang Pasar Sebo, Kecamatan Watulimo tersebut, jika pemerintah ingin menaikkan tarif retribusi seharusnya dilakukan dengan nilai yang wajar, misalnya saja 30-40 persen.
"Pedagang semua menjerit padahal pasar tradisional diserang padar modern dan pasar online. Lha ini ditambah kenaikan pajak yang tidak masuk akal," ucap Sumarno.
Terlebih lagi menurutnya, kenaikan tarif retribusi tersebut dilakukan tanpa meminta pertimbangan dari para pedagang.
"Pedagang diberitahu saat (Perdanya) sudah didok," tambahnya.
Lebih lanjut, Sumarno dan pedagang dari pasar-pasar lain sudah sepakat tidak akan membayar retribusi jika nilainya masih tidak wajar.
"Kalau pasar mau ditutup silakan," tegasnya.
Sumarno juga menegaskan para pedagang akan kembali turun ke jalan dengan jumlah masa yang lebih banyak jika tuntutan tersebut tidak dikabulkan.
"Semua pedagang akan diajak, dan tidak ada yang jualan, jadi pasar tutup semua," pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman
(tribunmataraman.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.