Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Pelaku Usaha Wisata di Trenggalek Diminta Tak Pasang Tarif Ugal-ugalan Saat Libur Lebaran

Kepala Disparbud Trenggalek meminta para pelaku usaha wisata di Trenggalek tak ugal-ugalan memasang tarif untuk wisatawan selama lebaran

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
Sofyan Arif Chandra/Tribun Mataraman
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Meninjau Stan Ekonomi Kreatif di Pantai 360 Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek  

TRIBUNMATARAMAN.COM  - Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu daerah yang menjadi tujuan mudik setiap Hari Raya Idul Fitri tiba.

Selain bersilaturahmi dengan sanak saudara, masyarakat biasanya juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Trenggalek terutama di Kecamatan Watulimo.

Keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) diprediksi akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan pada libur Hari Raya Idul Fitri 2024 ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto menerangkan pihaknya telah melakukan pembinaan secara berkala kepada pelaku wisata yang ada di Kecamatan Watulimo.

Salah satu yang ditekankan oleh Sunyoto adalah agar pelaku wisata tidak aji mumpung dengan menaikkan harga secara tak wajar kepada wisatawan.

Pelaku wisata, warung, dan penjual souvernir yang berada di destinasi wisata binaan Disparbud diharapakan mengedepankan keberlanjutan industri wisata.

"Resto dan warung di tempat wisata harus mengedepankan kejujuran, misalnya saja harus ada daftar menu dan harga. Kadang-kadang pemilik warung tidak menyuguhkan daftar harga, lalu saat terakhir nuthuk (menaikkan) harga," terangnya saat dikonfirmasi.

Dengan perilaku yang demikian akan membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan enggan untuk kembali ke warung tersebut atau bahkan kapok berwisata ke Trenggalek.

Ia mengambil contoh di Pantai Prigi 360, pihaknya pernah mengingatkan dan membuatkan daftar menu di warung-warung. Namun, setelah dipasang, dua hari kemudian sudah dilepas lagi.

"Kami sudah berulang kali menyampaikan kepada pedagang, otomatis sanksi sosial yang akan datang, wisatawan tak kunjung membeli di situ," ucapnya.

Menurut Sunyoto, pelayanan warung-warung kuliner yang memuaskan menjadi salah satu faktor penting wisatawan untuk mempertimbangkan apakah di kemudian hari akan kembali berwisata di destinasi tersebut atau tidak.

"Dan Alhamdulillah para pelaku wisata ini komitmen untuk menghindari memasang tarif yang tidak wajar," pungkasnya.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved