Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Pasar Ngadiluwih Kediri Akan Dibongkar, Pedagang Diminta Segera Pindah Paling Lama 17 Maret 2024

Para pedagang di Pasar Ngadiluwih diminta segera berpindah lokasi ke Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) Pasar Ngadiluwih maksimal 17 Maret

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
luthfi husnika
Para pedagang di Pasar Ngadiluwih lama mulai berpindah ke Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) Pasar Ngadiluwih. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Para pedagang di Pasar Ngadiluwih diminta segera berpindah lokasi ke Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) Pasar Ngadiluwih maksimal 17 Maret 2024.

Hal ini seiring dengan rencana pembongkaran Pasar Ngadiluwih lama yang segera dilaksanakan oleh Pemkab Kediri sebagai upaya revitalisasi.

Untuk itu, Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri memasang spanduk imbauan yang berisikan tiga hal berikut di TPPS Pasar Ngadiluwih. Pertama, pedagang sudah harus menempati TPPS Pasar Ngadiluwih maksimal 17 Maret 2024.

Kedua, bagi pedagang yang merasa memiliki aset pribadi di Pasar Ngadiluwih yang lama supaya segera diambil maksimal 15 Maret 2024.

Ketiga, di Pasar Ngadiluwih yang lama, mulai 18 Maret 2024, sudah tidak boleh ada aktivitas jual beli dan harus kosong.

Menyikapi hal tersebut, Isdayatin (53) pedagang sayur Pasar Ngadiluwih mengaku, pihaknya menyadari adanya pemindahan pedagang ke tempat penampungan sementara. 

Menurutnya, relokasi pedagang itu menjadi hal yang lumrah ketika terdapat rencana pengembangan pasar dengan wajah yang lebih modern.

"Kami sebagai pedagang tentunya senang saja karena kan mau dibangun. Untuk sementara pindah ya harus mengikuti anjuran dari pemerintah supaya nantinya bisa memiliki pasar baru yang lebih modern," kata Isdayatin, Rabu (13/3/2024).

Meski pada penampungan pedagang tersebut disediakan luas lapak yang terbatas, Isdayatin sementara ini hanya bisa legowo. Pihaknya harus menyesuaikan persiapan sesuai ruang lapak yang disediakan, seperti biaya pemasangan lapak, pengurangan jumlah dagangan yang disediakan kepada penjual.

"Tapi ya kami pasrah saja, Insyaallah rezeki nggak akan lari kemana. Mudah-mudahan di pasar sementara ini diberi kelancaran, dimudahkan rezekinya. Kita optimis saja, kalau kita berpikiran lancar Insyaallah akan lancar," harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Arif (21) sebagai pedagang perancangan kebutuhan pokok. Pihaknya mengaku dengan adanya pasar penampungan sementara itu juga mengurangi jumlah barang dagangan. Mengingat lapak yang disediakan hanya berukuran sekitar 2x2 meter.

Keterbatasan tersebut tak mengurangi semangat bagi penjual asal Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih itu untuk terus berjualan di TPPS. Terlebih pemerintah daerah menyediakan pasar penampungan itu secara gratis atau tak menarget biaya sewa sepeserpun.

Arif mengatakan keterbatasan itu masih dapat disiasati dengan menyimpan stok barang dagangan di rumah. Namun bagi Arif, yang tak kalah penting adalah bagaimana berupaya memberi tahu pelanggan lama terkait lokasi lapak yang baru di TPPS.

"Kalau lokasi (TPPS) alhamdulillah sudah bagus. Ya semoga untuk Pasar Ngadiluwih yang baru segera diselesaikan," ungkapnya.

Sebagaimana TPPS Pasar Ngadiluwih tak berjarak jauh dari lokasi Pasar Ngadiluwih, keduanya terpaut sekitar 700 meter yang terletak di Jalan Tamtama 519, Purwoharjo, Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

(luthfi husnika/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved