Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Satgas Pangan Tulungagung Inspeksi Harga Beras di Pasar Besar, Pantau Stok dan Harga Jelang Puasa
Satgas Pangan Kabupaten Tulungagung menggelar inspeksi ke sejumlah sentra penjualan beras di Kabupaten Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Satgas Pangan Kabupaten Tulungagung menggelar inspeksi ke sejumlah sentra penjualan beras di Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Muchammad Nur.
Inspeksi ini untuk memastikan ketersediaan beras di pasaran serta mencegah penimbunan.
Lokasi pertama yang didatangi ada di Pasar Wage bagian belakang, yang menjadi sentra sembako.
Lalu tim ke Pasar Ngemplak untuk mengecek stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Mitra Bulog.
Hasil pemantauan, harga beras cenderung turun Rp 500 sampai Rp 1000 per kilogram.
Namun di Pasar Ngemplak, tim menemukan beras SPHP yang dijual per paket dengan minyak goreng.
Setiap konsumen yang membeli beras SPHP wajib membeli minyak goreng Fortune seharga Rp 18.000.
Sementara satu pak beras SPHP seberat 5 kg dijual Rp 54.500.
Menurut salah satu pemilik toko Mitra Bulog, Sutingah, penjualan bundling ini permintaan dari Bulog selaku pemilik beras SPHP.
"Selama ini konsumen juga senang, mereka dapat beras murah sementara minyaknya mereka juga butuh," katanya.
Setiap minggu Sutingah mengaku mendapatkan pasokan 2 ton beras SPHP dan selalu habis terjual.
Sementara Kepala Kantor Cabang Bulog Tulungagung, David Donny Kurniawan, penjualan paket beras SPHP dan minyak ini memang permintaannya.
Namun sebenarnya hanya bersifat opsional, tidak ada kewajiban.
"Kami juga punya komoditi komersial yang menghidupi Bulog. Kami tawari mitra Bulog untuk ikut menjual komoditi kami," jelas David.
Bulog ikut dalam inspeksi ini untuk memastikan beras SPHP tidak disalahgunakan.
Dalam ketentuannya, beras ini wajib dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 10.900 per kilogram.
Harga ini berlaku untuk konsumen akhir, sehingga penjual mana pun dilarang menjual di atas HET.
"Hasil pemantauan semua menjual beras SPHP tidak melebihi HET," ucap David.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Muchammad Nur, juga sempat mengajak timnya memeriksa stok beras di Gudang Bulog Ngujang.
Nur juga memeriksa stok beras SPHP yang masih ada, serta melihat langsung stok beras Bulog yang belum dikemas ulang.
Menurutnya, sejauh ini ketersediaan beras di pasaran masih aman dan harga masih terkendali.
"Kami ingin memastikan stok bahan pangan sebelum puasa. Jangan sampai ada lonjakan harga," katanya.
Stok pun relatif aman, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik dan melakukan pembelian dalam jumlah besar, karena bisa mengerek harga.
Pemantauan harga ini akan dilakukan secara rutin setiap hari, untuk memastikan stabilitas selama puasa hingga lebaran kelak.
Polres Tulungagung juga akan mengantisipasi aksi penimbunan untuk mengambil untung di saat harga beras sedang tinggi.
"Kami akan selalu pantau harga di pasaran bersama Bulog dan Disperindag," pungkasnya.
(David Yohanes/TRIBUNMATARAMAN.COM)
editor: eben haezer
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
14 Desa di Tulungagung Masih Kosong Jabatan Kepala Desa, APDESI Dorong PAW |
![]() |
---|
Bupati Tulungagung Kukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan 4 Kades |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.