Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Beras Impor dari Myanmar Datang, Stok Beras di Gudang Bulog Trenggalek Aman

Suntikan beras impor dari Myanmar telah tiba di Gudang Bulog Karangsoko, Trenggalek. Stok dijamin aman

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
ist
Stok Beras di Gudang Bulog Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek Aman hingga Hari Raya Idul Fitri 2024 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Stok beras di Gudang Bulog Karangsoko, Jalan Tulungagung - Trenggalek, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek dijamin aman hingga Hari Raya Idul Fitri 2024.

Kepastian tersebut didapatkan setelah Gudang Bulog Karangsoko mendapatkan suntikan stok beras impor dari Myanmar.

"Baru saja datang beberapa hari yang lalu beras dari Myanmar sebanyak 500 ton, sehingga saat ini total stok beras kita 700 ton," kata Kepala Gudang Bulog Karangsoko, Defri Hariyanto, Kamis (7/3/2024).

Stok tersebut terdiri dari beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) dan untuk Program Bantuan Pangan.

Khusus beras bantuan pangan, mulai disalurkan secara bertahap pada bulan Februari 2024 yang mana setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima 10 kilogram beras.

Sedangkan SPHP dikeluarkan sesuai permintaan Satgas Pangan Kabupaten Trenggalek dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Defri mencontohkan untuk gerakan pangan murah, Bulog Karangsoko menerima permintaan Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyalurkan beras SPHP ke sasaran.

"Rabu (6/3/2024) kemarin, kita laksanakan gerakan pangan murah sebanyak 5 ton atau seribu paket beras SPHP di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari," ucap Defri.

Dalam gerakan pangan murah tersebut, beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan kualitas medium dijual dengan harga Rp 52 ribu atau dengan kata lain Rp 10.400 perkilogram.

Beras SPHP ini bisa saja terus disalurkan saat bulan Ramadan tergantung permintaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek dan ketersediaan stok.

"Karena selain untuk gerakan pangan murah, beras SPHP ini juga disetorkan ke pedagang langsung sesuai permintaan Dinas Komidag (Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan)," kata Defri.

Seperti yang dilakukan pada bulan Februari lalu, Bulog Karangsoko menggerojok beras SPHP sebanyak 1,5 ton ke pedagang di Pasar Basah Trenggalek.

"Pedagang membelinya dengan harga Rp 10.200 perkilogram dan wajib menjual maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 10.900 perkilogram," jelasnya

Jikapun ada yang menjual di atas HET, menurut Defri hal tersebut merupakan kewenangan Diskomidag untuk mengambil tindakan, karena Bulog tidak bisa mengawasi setiap pedagang 7x24 jam.

(Sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved