Berita Terbaru Kota Blitar
Proyek JLS dan Jalan Tol Akan Menumbuhkan Investasi di Blitar Raya
Nilai investasi di Blitar Raya (Kota Blitar dan Kabupaten Blitar) meningkat pasca pandemi Covid-19.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Nilai investasi di Blitar Raya (Kota Blitar dan Kabupaten Blitar) meningkat pasca pandemi Covid-19.
Pada 2023, nilai investasi di Kota Blitar mencapai Rp 385,06 miliar dan nilai investasi di Kabupaten Blitar tembus Rp 2,9 triliun.
"Pasca Covid-19, tren investasi di Kota Blitar naik. Banyak faktor yang mendorong tren investasi naik, salah satunya magnetnya tempat wisata Makam Bung Karno," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, Kamis (15/2/2024).
Data dari DPMPTSP Kota Blitar menyebutkan, realisasi nilai investasi di Kota Blitar memang mengalami peningkatan dalam kurun empat tahun ini.
Pada 2020, realisasi nilai investasi di Kota Blitar hanya Rp 167 miliar. Pada 2021, realisasi nilai investasi di Kota Blitar naik menjadi Rp 258,46 miliar.
Pada 2023, realisasi nilai investasi di Kota Blitar kembali naik menjadi Rp 345,22 miliar dan pada 2023 naik lagi menjadi Rp 385,06 miliar.
"Pada 2024 ini, kami menargetkan nilai investasi di Kota Blitar mencapai Rp 387 miliar. Kami optimis realisasi investasi tahun ini lebih dari target," ujar Heru.
Ditopang Pariwisata
Heru mengatakan, jenis investasi paling banyak di Kota Blitar, yaitu di bidang usaha kecil menengah (UKM), usaha SPBU dan usaha penjualan sepeda motor.
Tapi, belakangan ini juga mulai bermunculan investasi di bidang rokok, hotel, rumah kos, restoran dan kafe.
Dikatakannya, perkembangan investasi di Kota Blitar sangat berkaitan erat dengan pariwisata. Kota Blitar memiliki ikon tempat wisata religi makam Proklamator RI Ir Sukarno atau Bung Karno.
Tempat wisata Makam Bung Karno yang selalu ramai pengunjung dari luar kota menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan modal di Kota Blitar.
"Kami melihat tren kunjungan wisata dari hari ke hari bukan semakin turun, tapi justru semakin naik. Kondisi ini berimbas pada usaha lainnya, termasuk usaha perhotelan, usaha restoran. Perkembangan investasi di Kota Blitar tidak bisa dipisahkan dengan pariwisata," ujarnya.
Pabrik Rokok
Belakangan, perkembangan investasi di Kota Blitar juga merembet ke bidang lain, antara lain pabrik rokok.
Dua pabrik besar, yaitu PT HM Sampoerna dan PT Gudang Garam berdiri di Kota Blitar. Untuk PT Gudang Garam sudah beroperasi pada akhir 2023, sedang PT HM Sampoerna masih proses perizinan.
Nilai investasi pabrik rokok Sampoerna di Kota Blitar mencapai Rp 400 miliar, sedang nilai investasi pabrik rokok Gudang Garam sekitar Rp 30 miliar.
"Di Kota Blitar juga baru beroperasi Hotel Santika dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar," katanya.
Menurut Heru, upaya DPMPTSP menarik investor, antara lain dengan memberikan kemudahan pelayanan perizinan.
DPMPTSP mendampingi proses pengurusan izin para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Kota Blitar mulai awal hingga akhir.
"Kasarnya gini, Anda diam saja, kami yang jalan. Apa yang dibutuhkan akan kami bantu, termasuk koordinasi lintas dinas, lintas instansi termasuk di provinsi bahkan di kementerian," ujarnya.
Dengan pendampingan itu, kata Heru, para pelaku usaha merasa ada kepastian, baik kepastian biaya, waktu dan mereka merasa nyaman," ujarnya.
Faktor lain yang mendorong investor berinvestasi di Kota Blitar, menurut Heru, yaitu lokasi Kota Blitar strategis.
Rencana pembangunan jalan tol yang mengkoneksikan Malang-Blitar-Tulungagung membuat posisi Kota Blitar menjadi strategis.
Wilayah Kota Blitar memang tidak terdampak langsung rencana pembangunan proyek jalan tol Malang-Blitar-Tulungagung.
Tapi, Kota Blitar bisa menjadi tempat transit karena posisinya berada di tengah-tengah proyek jalan tol Malang-Blitar. Apalagi salah satu pintu jalan tol rencananya berada di dekat wilayah Kota Blitar.
"Kota Blitar mulai berkembang karena ada Bandara Dhoho Kediri, lalu akan dibangun tol yang mengkoneksikan antara Malang-Blitar-Tulungagung. Kota Blitar sebagai koneksi," katanya.
"Ini beberapa hal yang disampaikan investor kepada kami. Ini yang kemudian mendorong investor ke kota Blitar. Termasuk nilai UMR Kota Blitar juga menarik investor, karena masih terjangkau," lanjutnya.
Investasi di Kabupaten Blitar
Tren investasi di Kabupaten Blitar juga terus berkembang dalam beberapa tahuan belakangan ini.
Data dari DPMPTSP Kabupaten Blitar menyebutkan, realisasi nilai investasi di Kabupaten Blitar meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 2020, realisasi nilai investasi di Kabupaten Blitar mencapai Rp 1,4 triliun. Realisasi nilai investasi di Kabupaten Blitar sampat turun menjadi Rp 1,27 triliun pada 2021.
Namun, pada 2022, nilai realisasi investasi di Kabupaten Blitar kembali naik menjadi Rp 1,7 triliun.
Sedang pada 2023, nilai realisasi investasi di Kabupaten Blitar tembus mencapai Rp 2,9 triliun.
Koordinator Bidang PTSP DPMPTSP Kabupaten Blitar, Rendra Dwi Santoso mengatakan jenis investasi yang mendominasi di Kabupaten Blitar, yaitu, usaha makanan dan minuman.
Pada 2023, ada 15.554 nomor induk berusaha (NIB) diterbitkan oleh DPMPTSP Kota Blitar. NIB yang diterbitkan didominasi pelaku UKM.
"Kalau dibandingkan periode sebelumnya, jumlah NIB yang kami terbitkan pada 2023 ada kenaikan signifikan," kata Rendra, Senin (19/2/2024).
Menurut Rendra, sebagian masyarakat Kabupaten Blitar sudah sadar pentingnya perizinan berusaha. Karena, kalau para pelaku usaha tidak punya izin lengkap, mereka tidak bisa menjual produknya di pasar.
"Karena, sekarang, pasar sudah mengerti produk harus berizin untuk bisa diperjual belikan," ujarnya.
Dikatakan Rendra, potensi investasi di Kabupaten Blitar, yang pertama masih didominasi di sektor makanan dan minuman.
Lalu, kedua ada sektor peternakan, pertanian dan perikanan. Industri selain makanan dan minuman seperti industri kayu lapis juga banyak di Kabupaten Blitar.
"Peternakan ayam dan peternakan ikan koi juga banyak di Kabupaten Blitar. Dengan luas yang kami punya, tentunya Kabupaten Blitar memiliki beragam potensi investasi," katanya.
Selain itu juga ada jenis investasi modal asing (PMA) yang masuk di Kabupaten Blitar. Investasi modal asing di Kabupaten Blitar, peternakan susu perah Greenfield dari Australia dan pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI) dari Thailand.
Rendra memprediksi nilai investasi di Kabupaten Blitar terus berkembang. Mengingat, Kabupaten Blitar masuk dalam proyek strategis nasional jalur lintas selatan dan proyek jalan tol Malang-Blitar-Tulungagung.
"Proyek strategis nasional JLS dan jalan tol menurut kami akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Dengan pertumbuhan ekonomi itu tentunya banyak orang berusaha, orang berusaha membutuhkan legalitas. Dengan legalitas itu tentunya menambah jumlah investasi di Kabupaten Blitar," katanya.
Menurutnya, sudah ada beberapa investor yang tanya soal titik exit tol di Kabupaten Blitar. Ia berharap dengan adanya jalan tol akan mempermudah investor berinvestasi di Kabupaten Blitar.
Kondisi itu sama dengan di lokasi jalur lintas selatan di Kabupaten Blitar. Sudah ada investor asing yang ingin masuk membuat pembangkit listrik tenaga angin di sekitar wilayah jalur lintas selatan.
"Yang pembangkit listrik tenaga angin sudah komunikasi dengan kami. Rencananya di sekitaran Wonotirto di daerah Ngeni akan dibangun menara tenaga listrik dari angin oleh investor dari China. Sekarang masih menunggu penyelesaian izin usahanya. Sementara sudah tahapan komunikasi, karena wewenangnya dari pemerintah pusat," katanya.
(samsul hadi/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Dispora Kota Blitar Alokasikan Rp 550 Juta untuk Pembangunan Tahap 2 GOR Bela Diri |
![]() |
---|
Pantau Stok Beras SPHP di Pasar Pon Kota Blitar, Gubernur Khofifah : Distribusi Sempat Tersendat |
![]() |
---|
Lebihi Izin Tinggal, Kantor Imigrasi Blitar Deportasi WNA Malaysia |
![]() |
---|
Harga Beras Selipan di Kota Blitar Naik Rp 1.500 per Kilogram |
![]() |
---|
Bekuk Pengedar Narkoba di Blitar, Polisi Sita 27,04 Gram Sabu dan Ribuan Butir Pil Dobel L |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.