Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Ikut Simulasi Pemungutan Suara, Warga Tulungagung Keluhkan Ukuran Surat Suara yang Terlalu Besar
Saat dilibatkan dalam simulasi pemungutan suara, warga Tulungagung mengeluhkan ukuran surat suara yang sangat besar
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung menggelar simulasi pencoblosan dan penghitungan surat suara, Rabu (31/1/2024).
Simulasi di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol ini langsung melibatkan pemilih.
Menurut Ketua KPU Tulungagung, Susanah, simulasi ini dilaksanakan sesuai instruksi KPI RI.
“Selain itu juga untuk mencoba menjalankan aplikasi Sirekap bagi teman-teman KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara),” ujar Susanah.
Simulasi juga memberikan gambaran utuh teknis di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Selain menjadi masukan untuk KPU selaku penyelenggara Pemilu, simulasi juga memberi gambaran kepada para KPPS yang belum lama dilantik.
Selain itu perwakilan partai politik dan calon pemilih agar tahu persis bagaimana teknis jika datang ke TPS.
“Harapannya, lewat simulasi ini, informasi tentang pencoblosan penghitungan sampai ke masyarakat, sehingga tidak ada lagi masalah saat pelaksanaan kelak,” sambung Susanah.
Dalam simulasi ini diskenariokan terjadi kekurangan surat suara.
Menurut Susanah, kondisi kekurangan surat suara saat pelaksanaan Pemilu adalah hal yang biasa.
Dalam pelaksanaannya, nanti yang ditulis dalam laporan adalah surat suara yang diterima di TPS.
Sementara Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekedar jadi acuan pemilih yang akan datang ke TPS itu.
Jika pemilih yang datang kurang dari DPT, kekurangan surat suara tidak akan jadi masalah.
Namun jika pemilih datang 100 persen, maka kekurangan surat suara akan dipenuhi.
“Akan ada mekanisme untuk memenuhi surat suara yang kurang,” katanya.
Dari proses simulasi ini, para calon pemilih terlihat kesulitan saat membuka lipatan kertas suara.
Ukurannya yang besar dengan banyak gambar, membuat proses mencoblos memakan waktu.
Demikian juga saat melipat kembali kertas suara yang sudah dicoblos, juga banyak yang mengalami kesulitan.
Kesulitan ini juga disampaikan seorang calon pemilih yang ikut simulasi, Liawati.
Liawati mengakui, ukuran surat suara yang sangat besar akan menyulitkan orang-orang yang sudah tua.
Kesulitan paling besar saat melipat kembali kertas suara setelah dicoblos.
“Kalau untuk anak-anak muda tidak ada masalah, semua aman. Tapi untuk orang tua mungkin akan sulit,” katanya.
(David Yohanes/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Wow, Desa Beji Tulungagung Punya Sekolah Setingkat SMA Terbanyak di Indonesia |
![]() |
---|
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
14 Desa di Tulungagung Masih Kosong Jabatan Kepala Desa, APDESI Dorong PAW |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.