Jusuf Kalla dan Cak Imin Berdialog Interaktif dengan ISMI, Bahas Upaya Tumbuhkan Wirausahawan Baru

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia berkesempatan berdialog dengan Jusuf Kalla hingga Cawapres Muhaimini bahas menumbuhkan wirausahawan baru.

|
Editor: faridmukarrom
Ist
Foto Mustofa Bawazier Sisi Kiri berbincang dengan Cawapres Muhaimin Iskandar di Hotel Namira Surabaya. Ikatan Saudagar Muslim Indonesia berkesempatan berdialog dengan Jusuf Kalla hingga Cawapres Muhaimini bahas menumbuhkan wirausahawan baru. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Ikatan Saudagar Muslim Indonesia berkesempatan berdialog dengan Mantan Wapres Jusuf Kalla dan Cawapres Muhaimin Iskandar di Hotel Namira Surabaya.

Dalam kegiatan itu juga dihadiri sejumlah tokoh termasuk Penasehat Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Mustofa Bawazier.

Kepada awak media, Mustofa Bawazier menjelaskan kehadiran Jusuf Kalla sebagai bukti bahwa dunia wirausaha ini cukup penting.

"Dalam beberapa kesempatan saya selalu menyampaikan jika kita harus menciptakan banyak wirausahawan atau menumbuh kembangkan pengusaha di sektor baru," ujarnya Jumat (12/1/2024).

Wapres Jusuf Kalla dan Cak Imin
Wapres Jusuf Kalla dan Cawapres Muhaimin Iskandar duduk satu meja bersama Mustofa Bawazier selaku Ikatan Saudagar Muslim Indonesia di Hotel Namira Surabaya

Lanjut menjelaskan Mustofa, dalam dialog bersama Jusuf Kalla dan Muhaimin itu, dibutuhkan semangat melahirkan para pengusaha dari kalangan pribumi atau warga negara Indonesia sendiri.

"Biasanya orang pribumi itu kan mindsetnya menjadi pegawai jadi sekarang dirubah jadi kita harus tumbuh kembangkan mindset kita pribumi untuk bisa menjadi pengusaha," terang Mustofa yang juga menjabat Dewan Pakar DPP Partai PKS.

Oleh sebab itu, jika Negara berhasil melahirkan para wirausahawan baru, maka akan banyak keuntungan yang didapat, seperti penyerapan tenaga kerja.

Kemudian multiplayer efeknya dengan membuka satu bidang usaha itu maka banyak bidang usaha yang lain akan menyertainya.

"Pemerintah juga akan mendapatkan pendapatan berupa pajak," ungkapnya.

Sementara itu Mustofa merasakan kekhawatiran, karena berdasarkan data statistik Indonesia hanya memiliki 3 sampai 4 persen pengusaha.

"Kita lihat negara tetangga itu seperti Malaysia sudah mencapai 10 sampai 11 persen pengusaha" jelasnya.

Sehingga dalam dialog bersama kedua tokoh itu, Mustofa menekankan pentingnya menciptakan para wirausahawan baru. 

"Jangan sampai kita kalah dengan negara tetangga, apalagi dengan negara yang sudah maju lainnya," pungkasnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved