Ganjar Pranowo ke Nganjuk

Ganjar Pranowo Temui Petani Tebu di Nganjuk, Bakal Siapkan Kebijakan Berpihak Rakyat Bebas Korupsi

Bertemu Petani Tebu Di Nganjuk, Capres Ganjar Pranowo Akan Siapkan Kebijakan Berpihak Rakyat Bebas Korupsi

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Rendy Nicko
Ahmad Amru Muiz/ Tribun Mataraman
Capres nomor 03, Ganjar Pranowo saat berdialog dan bersilaturahmi bersama para petani tebu di Dusun Klinter Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Hal itu sebagai kegiatan Capres Ganjar Pranowo mendengarkan keluhan dan harapan petani tebu di Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Calon Presiden nomor 03, Ganjar Pranowo berkunjung ke Kabupaten Nganjuk, Kamis (12/1/2024). Dalam kunjungannya tersebut, Ganjar Pranowo bertemu dan bersilaturahmi dengan petani tebu di Dusun Klinter Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk.

Capres Ganjar Pranowo mengatakan, dirinya bertemu dengan para petani tebu tersebut untuk mendengarkan keluhan dan harapan kepada Pemerintah soal tanaman tebu hingga menjadi produk gula.

"Kami mendengarkan banyak masukan dan harapan dari petani tebu di Nganjuk ini yang sudah kami buat hipotesa sebelumnya dengan pak Mahfud. Dan ini menjadi perhatian serius Ganjar-Mahfud untuk memperbaikinnya," kata Ganjar Pranowo usai berdialog dengan petani tebu di Nganjuk.

Dijelaskan Ganjar Pranowo, soal tebu hingga menjadi produk gula tersebut persoalan yang disampaikan petani cukup banyak dan komplek. Mulai dari bibit, pupuk, hingga penjualan gula petani. Bahkan, dari tata niaga gula tersebut disampaikan petani ada banyak permainan dari beberapa pihak sehingga merugikan petani. Baik itu soal rendemen tebu hingga soal jual beli gula petani.

"Dan itu belum ditambah soal impor gula yang dikeluhkan petani karena menyebabkan harga turun. Petani meminta agar impor gula itu melihat dahulu keterseidaan gula petani, tidak melakukan impor gula ketika gula petani masih banyak stok," ucap Ganjar Pranowo.

Demikian halnya dengan permodalan, dikatakan Ganjar Pranowo, ternyata banyak petani tebu yang menjadi korban tengkulak. Dimana para tengkulak tersebut membeli tebu petani dengan harga rendah dan itu harus diterima petani yang butuh modal usaha melanjutkan tanam tebu. Dan tengkulak tersebut menjual harga tebu dari petani tersebut dengan harga tinggi ke pabrik gula.

"Dari praktek tengkulak seperti itu yang menyebabkan petani seringkali kesulitan modal. Ini yang nanti tidak boleh terjadi dengan menyediakan modal murah kepada petani tebu," ucap Ganjar Pranowo.

Oleh karena itu, tambah Ganjar Pranowo, pihaknya bersama tim akan merumuskan kebijakan untuk mensejahterakan petani tebu, dan membuat kebijakan tata niaga gula yang berpihak kepasda petani. Dengan demikian petani tebu bisa lebih sejahtera dalam menjalankan usaha tanaman tebu.

"Dan kami harap nantinya dengan kebijakan publik yang dibuat untuk lebih berpihak kepada petani tebu dan menyediakan gula dengan harga terjangkau masyarakat sehingga semuanya berjalan dengan baik sehingga tidak ada gejolak pada harga gula dan kebutuhan gula bisa dipenuhi gula petani," tutur Ganjar Pranowo.

(Achmad Amru Muiz/TribunMataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved