Truk Tangki Tabrak Karnaval di Pacet

Nasib Anton Sopir Truk Tangki Air yang Menabrak Karnaval di Pacet Mojokerto

Begini nasib Anton Dwi Aryatama, sopir truk tangki air yang menabrak karnaval di Pacet, Mojokerto dan menyebabkan 2 orang tewas.

Editor: eben haezer
romadoni
Truk tangki air yang menabrak para penonton karnaval di Pacet, Mojokerto. Akibat insiden ini, 21 orang jadi korban. Dua di antaranya meninggal 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sopir truk tangki air yang menabrak karnaval di Pacet, Mojokerto, dan menewaskan 2 orang, ternyata adalah warga Surabaya.

Dia adalah Anton Dwi Aryatama (23), warga Jl Tambakmayor Baru Timur, Kelurahan/ Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

Lalu bagaimana nasibnya setelah insiden itu terjadi?

Baca juga: UPDATE TERBARU Daftar Korban Kecelakaan Truk Tangki Air Menabrak Karnaval di Pacet Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Wahyudi mengatakan, Anton diduga lalai saat mengemudikan kendaraan sehingga menyebabkan fatal. 

Karena itu, Anton menjadi tersangka.

"Kita berkomitmen segera menuntaskan kejadian ini dengan proses secara hukum," jelasnya, Kamis (24/8/2023) dini hari.

Polisi kini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk di Polsek Pacet.

Baca juga: Polisi Tak Menemukan Bekas Pengereman di Lokasi Truk Tangki Air Menabrak Karnaval di Pacet

"Nanti kita akan dalami tentunya ada proses lebih lanjut. Ini kita masih menggali keterangan dari tersangka (Sopir truk) dan keterangan saksi-saksi yang ada di sekitar TKP," ucap Wahyudi.

Ia mengatakan dalam penyelidikan kasus kecelakaan pihaknya akan melibatkan tim ahli (Dishub) untuk memeriksa kelayakan truk tangki termasuk kondisi sistem pengereman kendaraan tersebut.

Apalagi hasil olah TKP sementara ditemukan fakta, persneling truk berada di posisi gigi 2 saat kendaraan muatan air itu melewati jalan turunan tajam.

Polisi juga tidak menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian kecelakaan.

"Kami akan memanggil ahli untuk pengecekan kendaraan truk itu. Jadi kalau dilihat sementara itu berada di gigi 2. Menurut kami dari pihak Kepolisian dengan muatan seperti itu dan kemiringan jalan seharusnya berada di gigi 1," bebernya.

Menurut Wahyudi, nantinya hasil kajian dari penyidik Satlantas bersama tim ahli akan digunakan sebagai asumsi dan memperkuat alat bukti terkait penyebab terjadinya fatalitas kecelakaan yang diduga karena faktor manusia.

"Jadi kalau dilihat sementara itu berada diposisi gigi 2. Kita akan dalami kenapa dia (Sopir truk) seperti itu, karena seharusnya berada di gigi 1 saat di turunan tajam. Nah itu akan kita dalami, tentunya saja akan kita kaitkan dengan persangkaan pasal yang akan diterapkan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, truk tangki air Graha Tirta Nopol S 9085 OP mengalami rem blong dan menabrak pengunjung karnaval di jalan turunan Karlina, Kecamtan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (24/8/2023) sekitar pukul 17.45 WIB.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved