Wisuda Bupati Trenggalek

Wisuda di Unair, Bupati Trenggalek Mas Ipin Raih Gelar Magister Pengembangan SDM

Bupati Trenggalek diwisuda dengan ribuan mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (12/8/2023). Mas Ipin meraih gelar Magister Pengembangan SDM

|
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
ist
Bupati Trenggalek, Mas Ipin, saat diwisuda di Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (12/8/2023). Mas Ipin meraih gelar Magister Pengembangan SDM. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meraih gelar Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Universitas Airlangga, Surabaya.

Mas Ipin, sapaan akrabnya, diwisuda bersama dengan 865 mahasiswa Unair yang lainnya di Kampus C Unair, Sabtu (12/8/2023).

Dalam wisuda angkatan 233 itu ada sebanyak seribu delapan ratusan wisudawan. dan wisudawan ini terbagi menjadi 2 sesi, hari sabtu dan minggu 12-13 Agustus 2023.

Baca juga: Sosok Hadi Priyono Pilot Helikopter yang Jadi Wisudawan Terbaik S3 Unair: Punya Mimpi Jadi Dosen

Mas Ipin sengaja mengambil jurusan Pengembangan Sumber Daya Manusia karena dinilai sejalan dengan arah kebijakan yang dijalankannya. 

Terlebih lagi Mas Ipin punya perhatian lebih pada pemberdayaan perempuan yang ia yakini jika setiap perempuan berdaya akan mengangkat perekonomian di keluarganya masing-masing.

Hal ini dinilai sejalan dengan cita cita pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ingin menekan angka kemiskinan ekstrem serta mengatasi masalah stunting di tanah air.

Apalagi 40 persen angka kemiskinan ekstrem di Trenggalek menyasar perempuan dan kelompok rentan.

Untuk itulah, Mas Ipin mencanangkan salah satu indikator kinerja utama Pemerintah Kabupaten Trenggalek adalah membangun ekonomi inklusif.

"Semoga (ilmu yang saya peroleh) ada manfaatnya untuk masyarakat," kata suami Novita Hardini ini, Minggu (13/8/2023).

Dalam Tesisnya, Mas Ipin mengangkat banyak sudut pandang Bung Karno dalam buku 'Sarinah' dan pengarustamaan gender di daerahnya. 

Dari pemikiran-pemikiran itu dapat diambil kesimpulan bawasanya cukup penting mendorong perempuan dan kelompok rentan berdaya bila pemerintah ingin mengentaskan kemiskinan ekstrem dan juga stunting. 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved