Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Sungai Ngrowo Tulungagung Dipenuhi Mikroplastik Fiber dan Timbunan Sampah Liar

Aliansi Lereng Wilis Indonesia dan pegiat lingkungan Tulungagung yang melakukan Susur Sungai Ngrowo Tulungagung menemukan 83 timbunan sampah liar

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Aktivis lingkungan mendata jenis-jenis sampah plastik yang mereka kumpulkan dari kegiatan susur sungai Ngrowo di Tulungagung 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Aliansi Lereng Wilis Indonesia (ALWI) dan pegiat lingkungan Tulungagung yang melakukan Susur Sungai Ngrowo Tulungagung menemukan 83 timbunan sampah liar di sepanjang aliran.

Timbunan sampah ini berasal dari pembuangan yang dilakukan warga yang ada di sepanjang aliran sungai.

Para pegiat lingkungan berhasil mengangkut sampah sebanyak 1 dump truk, 1 pikap dan 3 bak motor roda tiga.

Baca juga: Ikan-ikan di Sungai Ngrowo Tulungagung Dikhawatirkan Lenyap Karena Kadar Oksigen Terlarut Rendah

Dari sampah-sampah plastik yang dikumpulkan teridentifikasi ada 384 jenis.

Sampah plastik ini 49 persen di antaranya adalah plastik tanpa merek, seperti tas kresek, sedotan dan Styrofoam.

“Kami juga melakukan audit brand, untuk mengetahui plastik dari produk apa yang mencemari Sungai Ngrowo,” terang Deputi Eksternal dan Kemitraan Yayasan Ecoton, Azis.

Dari hasil audit brand diperoleh 3 produsen yang paling banyak mencemari Sungai Ngrowo, yaitu Danone sebanyak 9 persen, Wings 4 persen dan Tirta Sukses Perkasa 4 persen.

Baca juga: Warga Tulungagung Berburu Ikan Mabuk di Sungai Ngrowo, Diduga Karena Limbah Pabrik Gula

Tim Susur Sungai juga mengambil sampel air Sungai Ngrowo untuk uji kualitas.

Hasilnya ditemukan mikroplastik sebanyak 111 partikel per 50 liter air.

Mikroplastik yang ditemukan terdiri dari 56 persen fiber,  23 persen filamen dan 22 persen fragmen.

Mikroplastik fiber ini berasal dari serpihan tekstil, baik dari cucian warga maupun industri yang banyak ditemukan di permukiman di sepanjang Sungai Ngrowo.

Mikroplastik fileman berbentuk tipis dan ringan, biasanya berasal dari tas kresek dan bungkus makanan.

Sedangkan mikroplastik fragmen berbentuk besar dan berwarna cerah, biasanya dari bekas kemasan saset.

Temuan ini berkaitan dengan identifikasi Tim Susur Sungai yang menemukan banyak drainase limbah domestik.

“Ada banyak timbunan sampah plastik di sepanjang Sungai Ngrowo yang didominasi plastik sekali pakai,” ungkap Azis.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved