Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Ikan-ikan di Sungai Ngrowo Tulungagung Dikhawatirkan Lenyap Karena Kadar Oksigen Terlarut Rendah

Ikan-ikan di Sungai Ngrowo, Tulungagung, dikhawatirkan bakal lenyap karena kadar oksigen terlarut di airnya yang sangat rendah.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Aktivis lingkungan saat sedang mengambil sampel air Sungai Ngrowo, Tulungagung, untuk diuji. Hasilnya, kadar oksigen terlarut di dalamnya sangat rendah dan mengancam kelestarian ikan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Para pegiat lingkungan menemukan fakta bahwa kadar oksigen terlarut di aliran Sungai Ngrowo, Kabupaten Tulungagung, sangat rendah.

Fakta ini didapat setelah para pegiat lingkungan lintas komunitas tersebut melakukan susur Sungai Ngrowo, pada Minggu (11/6/2023) kemarin, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2023.

Mereka melakukan uji kualitas air, pengambilan sampel mikro plastik, bersih sungai, inventarisasi timbulan sampah dan brand audit pada produk yang mencemari Sungai Ngrowo.

Baca juga: Ecoton Temukan Partikel Mikro Plastik di Air Sungai Plosokandang Tulungagung, Bahaya Untuk Kesuburan

Uji kualitas air dilakukan di 4 titik, yaitu di Desa Plandaan, Desa Tawangsari dan Desa Jembatan Plengkung, serta Desa Mangunsari.

Satu titik lainnya di saluran pembuangan limbah cair Pabrik Gula Mojopanggung, sebelum masuk ke Kali Song dan bermuara di Sungai Ngrowo.

“Selama susur sungai kami menemukan ikan yang mati di perairan. Sebagian juga naik ke permukaan karena mabuk,” ungkap Azis, Deputi Eksternal dan Kemitraan Yayasan Ecoton.

Hasil uji kualitas air, kadar oksigen terlarut atau DO (dissolved oxygen) di Desa Plandaan hanya 2.4 mg/L, di Desa Tawangsari 2.2 mg/L, dan di Jembatan Plengkung Mangunsari 2.2 mg/L.

Baca juga: Warga Tulungagung Berburu Ikan Mabuk di Sungai Ngrowo, Diduga Karena Limbah Pabrik Gula

Berdasarkan keterangan warga, mabuknya ikan-ikan itu karena pembuangan limbah cair dari PG Mojopanggung.

Tim Susur Sungai pun menuju outlet pembuangan limbah cair PG Mojopanggung di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kauman, sekitar 2,12 Km dari Sungai Ngrowo.

Dari uji kualitas air didapat DO saluran pembuangan limbah ini hanya 0,4 mg/L dengan suhu mencapai 38 derajat celcius.

Air dengan DO yang rendah ini lalu masuk ke Kali Song dan bermuara di Sungai Ngrowo.

Dampaknya limbah cair dari PG Mojopanggung ini menurunkan kadar DO di Sungai Ngrowo.

“DO ini sifatnya akumulatif. Kalau yang masuk ke Sungai Ngrowo DO-nya rendah, maka DO di Sungai Ngrowo juga akan turun,” papar Azis.

Pada saluran pembuangan PG Mojopanggung, Tim Susur Sungai tidak menemukan ikan dan biota air yang hidup di sana.

Sementara di Sungai Ngrowo limbah air ini menurunkan DO serta membuat ikan-ikan mabuk.

Dalam jangka panjang ikan akan punah di lokasi ini karena bermigrasi ke lokasi yang memungkinkan mereka hidup.

“Tentunya ikan-ikan akan beralih ke lokasi yang suhunya stabil dan oksigen terlarut yang memungkinkan mereka hidup. Sementara di aliran yang tercemar, ikannya akan punah,” tandas Azis.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved