Suap Dana Hibah Jawa Timur

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadat Juga Dimintai Keternangan Oleh KPK Dalam Dugaan Suap Dana Hibah

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan dalam kasus suap dana hibah di Jawa Timur

Editor: eben haezer
yusron naufal putra
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad saat meninggalkan Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, Rabu (25/1/2023).  

TRIBUNMATARAMAN.COM - Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan dalam kasus dana hibah yang menyeret nama Sahat Tua Simanjuntak. 

Dalam pemeriksaan di Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, Rabu (25/1/2023), Sadad dimintai keterangan terkait tupoksi dewan dalam penyusunan APBD Jatim dan pengalokasian hibah. 

"Saya memberikan keterangan sesuai dengan yang diminta oleh KPK," kata Sadad sebelum meninggalkan Gedung BPKP seusai pemeriksaan selama beberapa jam. 

Baca juga: Penyidikan Kasus Suap Dana Hibah Jawa Timur, KPK Minta Keterangan Dari Ketua DPRD Jatim Kusnadi

Penyidik meminta penjelasan rinci terkait penyusunan APBD Jatim, mulai dari bagaimana legislator menerima aspirasi masyarakat, hingga mengawal aspirasi tersebut.

"Bagaimana anggota dewan memperjuangkan aspirasi itu melalui mekanisme peraturan yang berlaku, kita jelaskan semua sampai detail," tambah Sadad. 

Menurut Sadad, sebagaimana mekanisme, aspirasi yang diterima wakil rakyat disampaikan langsung dalam rapat paripurna khusus. Lalu, dokumen aspirasi itu menjadi pembahasan komisi-komisi bersama mitra di Pemprov Jawa Timur. 

"Lalu, dokumen itu diserahkan kepada eksekutif untuk dijadikan sebagai bahan dan masukan dalam rangka musrenbang. Outputnya adalah rencana kerja pemerintah daerah," urai Sadad. 

"Sampai pengesahan APBD, hingga evaluasi kemendagri. Lalu juga kita jalankan evaluasi kemendagri sampai kemudian peraturan kepala daerah atau peraturan gubernur tentang penjabaran APBD," lanjutnya. 

Politisi Partai Gerindra itu menyebut dalam pemeriksaan dirinya menyampaikan mekanisme tersebut secara rinci.

"Mudah-mudahan dapat menjelaskan secara terang benderang," ucap Sadad. 

Seperti diketahui, penyidik KPK melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak dalam kaitan kasus dugaan suap pengelolaan dana hibah provinsi Jawa Timur, Rabu (25/1/2023).

Selain Kusnadi, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan saksi lainnya bagi tersangka Sahat Tua P. Simandjuntak, termasuk para petinggi DPRD Jatim lainnya. Selain dewan, dalam rencananya, KPK juga memeriksa pejabat Pemprov Jatim. 

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Perwakilan Jawa Timur," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Rabu (25/1/2023) dikutip dari Tribunnews.com.

(yusron naufal putra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved