Berita Trenggalek

Wujudkan 2060 Net Zero Emmision, Khofifah Ajak Warga Trenggalek Sedekah Oksigen

Untuk mewujudkan target tahun 2060 net zero emmision, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak warga melakukan sedekah oksigen. Begini caranya

Editor: eben haezer
ist
Gubernur Jatim, khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Trenggalek 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk sedekah oksigen dengan cara menggalakkan 'nandur' atau menanam tumbuhan di lahan yang kosong.

Hal tersebut disampaikan Khofifah di sela-sela kegiatan gerakan menanam sejuta pohon di Dusun Tugu, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (10/12/2022).

Didampingi Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan Bupati Blitar, Rini Syarifah, Khofifah menanam alpukat aligator di lahan kosong bekas area tambang yang di situ terdapat sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Dalam kesempatan itu Khofifah juga memberikan bantuan alat pertanian kepada sejumlah kelompok tani hutan (KTH) di Trenggalek.

"Jangan menganggap apa yang kita lakukan (menanam) ini kecil. Menanamnya di Trenggalek tapi oksigennya bisa disedekahkan ke seluruh dunia. Saya selalu mengajak nandur, nandur, nandur, karena setiap kita nandur kita sedang sedekah oksigen," ucap Ketua Umum Muslimat tersebut.

Khofifah juga mengingatkan bahwa tahun 2060 adalah tahun Net Zero Emmision yaitu keseimbangan antara jumlah Gas Rumah Kaca (GRK) yang dilepas ke atmosfer dengan jumlah GRK yang diserap dari atmosfer.

Setiap hari, aktivitas manusia banyak mengeluarkan karbondioksida, untuk itu harus ada yang menyerap karbondioksida tersebut.

Salah satu tanaman yang ampun untuk mewujudkan Net Zero Emmision tersebut menurutnya adalah mangrove.

"Mangrove bisa 5 kali lipat memproduksi oksigen dan hari ini sudah ditandur mangrove (di Kecamatan Panggul), lalu di sini alpukat aligator," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan bahwa setiap hari adalah hari menanam, bukan hanya tanggal 28 November saja yang diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).

"Selagi ada kesempatan menanamlah itu saya lakukan puluhan tahun lalu," jelasnya.

Lebih lanjut, menurut orang nomor satu di Jawa Timur ini melihat pemandangan yang hijau adalah salah satu bentuk 'healing'.

Sehingga Khofifah mengajak masyarakat untuk menjaga kehijauan Trenggalek dan jauh dari predikat daerah kering serta gersang.

"Dengan komitmen kita bersama yang kering kita bangun menjadi sumber air, bisa memberikan tourism bukan hanya pantainya tapi alam yang lain juga," jelasnya

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved