Parkir Berlangganan Bangkalan

Polemik Parkir Berlangganan di Bangkalan, Jukir Mengaku Belum Terima Gaji Dari Dishub

Di tengah polemik soal parkir berlangganan di Bangkalan, jukir mengaku belum terima gaji Rp 1 juta dari Dishub.

Editor: eben haezer
tribunmadura/ahmad faisol
Petugas jukir Pasar Senenan, Jalan Teuku Umar, Kota Bangkalan, Mulyono (40) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan menegur dan menertibkan para jukir di sejumlah kawasan penerapan kebijakan parkir berlangganan tepi jalan umum, Rabu (23/11/2022).

Itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat pengguna jasa parkir terhadap layanan perparkiran.

Sejatinya, sosialisasi penerapan kebijakan parkir berlangganan tepi jalan umum telah dilakukan Dishub Kabupaten Bangkalan kepada para pengelola dan jukir pada Maret 2021 silam.

Baca juga: Kebijakan Parkir Berlangganan di Bangkalan Masih Problematik, Jukir Masih Sering Menarik Uang

Namun penerapan di lapangan, praktek penarikan retribusi parkir memicu pro dan kontra. Pasalnya, para pengguna jasa parkir belum sepenuhnya mengetahui titik lokasi bebas retribusi.  

Situasi itu memantik keluhan masyarakat pengguna jasa parkir karena sering terlibat adu argumen dengan para jukir.

Namun tidak demikian bagi jukir di depan Pasar Senenan, Jalan Teuku Umar, Kota Bangkalan, Mulyono (40).

Mul, begitulah ia akrab disapa, sejak usia bocah telah bergelut sebagai petugas jukir di Pasar Senenan.

Ia memilih bersikap sabar, tidak mempersoalkan beragam respon dari para pengguna jasa parkir karena ia sadar kebijakan penerapan parkir berlangganan itu masih menuai pro dan kontra. 

“Mereka yang tidak memiliki hati nurani langsung berangkat begitu saja, seenaknya sambil berkata ‘saya sudah bayar’. Mereka tidak memikirkan kondisi pekerja parkir, untuk makan untuk apa. Tetapi kalau orang yang memiliki hati nurani tetap membayar karena memandang secara kemanusiaan,” ungkap Mul.

Parkir berlangganan adalah retribusi parkir yang dipungut selama satu tahun atau sampai masa berlaku pajak kendaraan bermotor wajib pajak.

Dalam mekanisme pemungutan parkir berlangganan, para wajib di Bangkalan membayar bea parkir berlangganan setiap kali perpanjangan STNK di Kantor Bersama Samsat Bangkalan.

Dalam Perbup Nomor 55 Tahun 2019, tarif retribusi parkir berlangganan untuk sepeda motor Rp 30.000 per tahun, mobil, jip, pikap, atau sejenisnya Rp 50.000 per tahun, kemudian bus, truk, dan kendaraan alat berat lainnya Rp 75.000 per bulan. Sedangkan truk gandeng dan kereta tempelan Rp 100.000 per bulan.

Dishub Bangkalan juga memasang papan informasi di beberapa titik yang berbunyi, ‘Kawasan Parkir Berlangganan Bagi Kendaraan Bermotor Nomor Polisi Bangkalan (Berstiker) Bebas Retribusi. Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bangkalan Nomor 9 Tahun 2021.

Belum Terima Gaji

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved