Parkir Berlangganan Bangkalan

Kebijakan Parkir Berlangganan di Bangkalan Masih Problematik, Jukir Masih Sering Menarik Uang

Kebijakan parkir berlangganan masih problematik. Sebab, jukir masih sering menarik uang kepada pengendara meski sudah pasang stiker.

Editor: eben haezer
tribunmadura/ahmad faisol
Petugas Dishub Bangkalan saat mensosialisasikan lagi aturan parkir berlangganan kepada Para jukir di Bangkalan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sosialisasi penerapan kebijakan parkir berlangganan tepi jalan umum telah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan kepada para pengelola dan juru parkir (jukir) dua tahun silam.

Namun setelah  tahun penerapannya di lapangan, masih kerap terjadi jukir menarik uang dari pengendara meski parkir di lokasi parkir berlangganan. 

Situasi itu memantik keluhan masyarakat pengguna jasa parkir karena sering terlibat adu argumen dengan para jukir.

Baca juga: Polemik Parkir Berlangganan di Bangkalan, Jukir Mengaku Belum Terima Gaji Dari Dishub

Tidak ingin polemik berkepanjangan, Dishub Bangkalan memasang papan informasi di beberapa titik yang berbunyi, ‘Kawasan Parkir Berlangganan Bagi Kendaraan Bermotor Nomor Polisi Bangkalan (Berstiker) Bebas Retribusii."

Dishub Kabupaten Bangkalan bersama petugas Satpol PP selaku penegak perda, pihak kepolisian selaku hukum pidana, serta didukung oleh sejumlah personel Sub Denpom V/4-4, juga menggelar penertiban dan penekanan kepada para petugas jukir yang ada di wilayah perkotaan, Rabu (23/11/2022).

Seperti halnya senjumlah jukir yang ada di Jalan KH Moh Kholil. Selain diberi pembinaan, beberapa petugas jukir juga menandatangani surat pernyataan bermeterai. 

“(Isi surat pernyataan) tidak akan melakukan pungutan terhadap pengguna parkir yang sudah membayar retribusi parkir berlangganan. Saya kasih jangka waktu 1x24 jam sampean ke kantor. Kalau tidak ke kantor akan saya tutup,” tegas Kepala Bidang Lalin dan Angkutan Jalan Dishub Bangkalan, Ari Moein membacakan surat pernyataan.

Kepala Dishub Kabupaten Bangkalan, Muawi Arifin mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang semua jenis parkir yang dikelola pemerintah dan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Bahkan pembinaan langsung di lapangan telah dilakukan kepada para jukir.   

“Penertiban dan penekanan ini sebagai langkah kami dengan harapan bisa tersampaikan kepada para jukir. Artinya biar masyarakat memahami, mana saja titik parkir yang masih ditarik retribusi dan titik mana saja yang menerapkan parkir berlangganan. Ini kami lakukan berdasarkan saran dan keluhan masyarakat tentang pelayanan parkir,” ungkap Muawi.

Zona Parkir Berlangganan di Bangkalan

Dishub Kabupaten Bangkalan telah membagi sebanyak 20 titik lokasi parkir berlangganan tepi jalan umum yang dibagi menjadi empat zona. Zona I meliputi Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Zainal Alim.

Zona II meliputi Jalan KH Moh Kholil, Jalan Panglima Sudirman, Jalan A Yani, Jalan Sultan Abdul Kadirun, Jalan KH Hasyim Asyari, dan Jalan Letnan Sunarto.

Zona III meliputi Jalan JA Suprapto, Jalan KH Lemah Duwur, Jalan Jokotole, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan RA Kartini, Jalan Letnan Mestu, Jalan Letnan Ramli, dan Trunojoyo, Jalan Kapten Syafiri, dan Jalan Raya Bancaran. Sedangkan Zona IV yakni di 17 kecamatan selain Kota Bangkalan.

Tak Bayar Bila Sudah Pasag Stiker

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved